Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Afsel menganut sistem parlementer. Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan dipilih oleh dan bertanggung jawab kepada parlemen. Selain memimpin eksekutif, presiden juga berstatus sebagai kepala negara.
Premium

Pandemi Covid-19 : Tatkala Pemerintah Afsel Digugat Pebisnis Rokok

22 Juni 2020 | 14:24 WIB
Jika dalam keadaan normal, pemerintah akan dianggap melanggar hak asasi manusia (HAM). Di negara demokratis seperti Afsel, pembatasan seperti itu tabu

Bisnis.com, JAKARTA — Ketika persatuan dibutuhkan untuk mengalahkan virus corona atai Covid-19, elite politik Afrika Selatan malah ‘bertikai’ di pengadilan.

Sumber perselisihan itu adalah soal kebijakan karantina wilayah (lockdown). Sebelum 'mengunci' negaranya, Presiden Afrika Selatan (Afsel) Matamela Cyril Ramaphosa terlebih dahulu memberikan lampu hijau pemberlakuan keadaan bencana nasional pada 15 Maret 2020.

Karantina wilayah langsung mengekang kebebasan sipil warga Afrika Selatan. Jika dalam keadaan normal, pemerintah akan dianggap melanggar hak asasi manusia (HAM). Di negara demokratis seperti Afsel, pembatasan seperti itu tabu.

Prasyarat keadaan bencana nasional (national state of disaster) untuk pembatasan sosial diatur dalam UU Manajemen Bencana (Disaster Management Act/DMA). Bukan presiden melainkan Menteri Hubungan Tradisional dan Kerja Sama Pemerintahan yang mengumumkan keadaan bencana.

Kubu oposisi cemburu dengan kewenangan pemerintah. Berbeda dengan kebijakan-kebijakan eksekutif lainnya, pembatasan sosial tidak melibatkan pengawasan parlemen. Indikator kesehatan maupun lamanya pembatasan murni ditentukan pemerintah.

Afsel menganut sistem parlementer. Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan dipilih oleh dan bertanggung jawab kepada parlemen. Selain memimpin eksekutif, presiden juga berstatus sebagai kepala negara.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top