Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Baru Melonjak, Filipina Kembali Berlakukan Lockdown di Kota Cebu

Menteri Kesehatan Francisco Duque mengatakan pada briefing yang disiarkan televisi pada Senin malam bahwa kota Cebu kembali mendapat perintah tinggal di rumah ketat mulai Selasa hingga akhir Juni,
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  18:21 WIB
Suasana kota Manila sepi setelah Pemerintah Filipina menerapkan karantina wilayah atau lockdown menyusul penyebaran virus corona di negara bekas koloni Spanyol tersebut. - Istimewa
Suasana kota Manila sepi setelah Pemerintah Filipina menerapkan karantina wilayah atau lockdown menyusul penyebaran virus corona di negara bekas koloni Spanyol tersebut. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Filipina kembali menerapkan lockdown di Cebu City setelah sepertiga penduduk dari yang diuji ditemukan terinfeksi virus corona, namun masih melongarkan pembatasan di wilayah ibu kota.

Menteri Kesehatan Francisco Duque mengatakan pada briefing yang disiarkan televisi pada Senin malam bahwa kota dengan populasi hampir 1 juta penduduk tersebut kembali mendapat perintah tinggal di rumah ketat mulai Selasa hingga akhir Juni,

Wilayah ibukota Filipina disimpan di bawah "karantina masyarakat umum," yang memungkinkan sebagian besar bisnis untuk terus beroperasi.

“Hampir semua tempat isolasi di Kota Cebu sudah ditempati, dan tiga dari empat desa memiliki kasus virus aktif, sehingga Presiden Rodrigo Duterte untuk menerapkan kembali karantina masyarakat," kata juru bicara Presiden Harry Roque, Selasa (16/6/2020), seperti dikutip Bloomberg.

Negara ini mencatat 364 infeksi baru pada Selasa, yang sebagian besar tercatat di wilayah ibu kota, dan menjadikan total kasus virus corona menjadi 26.781 dengan total kematian mencapai 1.103 jiwa.

Wilayah Visayas pusat di mana Kota Cebu berada mencatat 56 kasus baru. Infeksi di Cebu telah melonjak 61 percen dalam 14 hari pertama bulan Juni menjadi 2.810 dan peningkatan ini menekan sistem perawatan kesehatan, kata pemerintah.

Negara-negara Asia lainnya seperti China dan India juga telah mengaktifkan kembali lockdown di beberapa daerah untuk membendung penyebaran virus.

Infeksi baru di luar pulau utama Luzon tercatat ditemukan di antara penduduk yang kembali ke provinsi, kata Carlito Galvez, kepala pelaksana kebijakan negara untuk penanggulangan Covid-19.

Di luar episentrum penyebaran, Duterte mengatakan pemerintah secara bertahap melonggarkan pembatasan untuk memberi jalan bagi aktivitas ekonomi sebagai individu dan sebagai bangsa.

Ekonomi Filipina menghadapi kontraksi terdalam dalam lebih dari tiga dekade tahun ini, dengan tingkat pengangguran mencapai rekor tertinggi 7,3 juta pada bulan April.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

filipina Virus Corona covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top