Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenkes Laporkan 83,9 Persen Pelayanan Imunisasi Terhenti Akibat Pandemi Covid-19

Kementerian Kesehatan melaporkan setidaknya 83,9 persen pelayanan kesehatan terkait dengan pemberian imunisasi kepada anak-anak Indonesia terhenti akibat pandemi Covid-19.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 08 Juni 2020  |  13:27 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Kesehatan melaporkan setidaknya 83,9 persen pelayanan kesehatan terkait dengan pemberian imunisasi kepada anak-anak Indonesia terhenti akibat pandemi Covid-19.

“Artinya, pemberian imunisasi itu tidak dilaksanakan lagi. Tentu kita tahu dampak jika imunisasi itu tidak dilakukan baik di tingkat Posyandu maupun Puskesmas,” kata Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Vensya Sitohang saat memberi keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (8/6/2020).

Vensya menerangkan berhentinya pelayanan imunisasi hampir terjadi di seluruh wilayah provinsi di Indonesia.

“Jika dibandingkan untuk cakupan imunisasi dasar lengkap pada April 2020 dengan 2019 maka ada penurunan. Dari laporan tercatat hampir 4,7 selisih persentase dari imunisasi tahun sebelumnya,” kata dia.

Dokter anak Tubagus Rachmat Sentika menuturkan bahwa pada Maret-Mei Indonesia menghadapi pandemi dunia terhadap virus corona, ditambah karena korban berjatuhan termasuk tenaga medis, yang membuat semua petugas kesehatan gamang.

"Sehingga keluarlah peraturan bahwa harus mengurangi pelayanan yang bersifat rawat jalan."

Imbauan terkait dengan pengurangan layanan rawat jalan tersebut berlaku untuk seluruh rumah sakit dan telah disampaikan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Bambang Wibowo melalui surat nomor YR.03.03/III/III8/2020 yang ditujukan langsung kepada seluruh kadinkes provinsi, kabupaten/kota, dan direktur utama/direktur/kepala rumah sakit seluruh Indonesia.

Yang terlupakan adalah bagaimana tenaga medis mendorong beberapa poin kesehatan yang sedang digalakkan oleh para tenaga medis, yakni penurunan angka kematian ibu dan neo natal, TBC, imunisasi, dan penanganan stunting.

“Imunisasi itu tidak boleh disetop, nanti penyakitnya tambah lagi bukan Covid-19 saja. Sekarang bagaimana caranya tetap PSBB, tapi imunisasi atau konsultasi tidak dihentikan? Kita punya home care atau kunjungan rumah via video call, lakukan saja itu,” paparnya saat webinar diskusi media Tengah Pandemi Covid 19, Waspadai Stunting, Selasa (19/5/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes covid-19 imunisasi
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top