Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1 - 2020). Reuters
Premium

Drama Brexit Kembali Memanas

05 Juni 2020 | 00:50 WIB
Inggris kembali berunding dengan Uni Eropa sepanjang pekan pertama Juni 2020 untuk memburu finalisasi regulasi sebelum negara itu hengkang dari zona ekonomi pada Desember tahun ini.

Bisnis.com, JAKARTA – Masa transisi sebelum Inggris benar-benar keluar dari Uni Eropa (UE) tinggal beberapa bulan lagi, namun belum juga terlihat kesepakatan yang dapat diterima bagi kedua belah pihak.

Regulasi pasca keluarnya Inggris dari Uni Eropa dirasa penting untuk segera terwujud karena dapat mengurangi keguncangan ekonomi bagi kedua kawasan dalam Benua Eropa itu. Tanpa regulasi, maka seluruh aturan perdagangan dari WTO akan berlaku antara Inggris dan Uni Eropa.

Untuk itu, di tengah penanganan pandemi Covid-19 di negara-negara Eropa, media Inggris kembali melaporkan semenjak Selasa (2/6/2020) kemarin pihak Inggris dan EU kembali mengadakan konferensi video secara intensif. Rapat lintas negara dengan topik sensitif ini dijadwalkan selesai Jumat (5/6/2020).

Dilaporkan, selama pembicaraan, UE bersedia mengabulkan permintaan-permintaan Inggris setelah pemisahan berjalan 100 persen. Untuk itu, zona Euro itu meminta Inggris untuk tetap tunduk terhadap sejumlah ketentuan regulasi UE. Syarat ini agar ekonomi dalam zona tetap kompetitif. Mereka juga mensyaratkan agar Pengadilan UE tetap punya yurisdiksi di Inggris, termasuk kapal-kapal nelayan Eropa diberi akses ke beberapa titik perairan Inggris.

Inggris, di sisi lain, keberatan dengan permintaan-permintaan tersebut. Mereka menilai syarat yang diajukan UE terlampau mengekang dan tak sesuai dengan tujuan yang dicanangkan keluarnya Inggris dari zona  ekonomi itu.

“UE [sampai sekarang] masih berangan-angan. Pihak kami selalu jelas menegaskan tidak perlu memperdebatkan masalah soal aktivitas perikanan,” ujar juru bicara PM Boris Johnson, James Slack.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top