Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

EasyJet Berencana Pangkas 30 Persen Tenaga Kerja

Maskapai berbiaya redah terbesar kedua di Eropa ini memiliki sekitar 15.000 karyawan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  15:56 WIB
Pesawat easyJet/easyjetcom - yus
Pesawat easyJet/easyjetcom - yus

Bisnis.com, JAKARTA – EasyJet Plc akan memangkas sekitar 30 persen tenaga kerja untuk mengatasi tekanan permintaan jangka panjang akibat virus corona.

Maskapai berbiaya redah terbesar kedua di Eropa ini memulai konsultasi dengan karyawan mengenai pemotongan ini dalam beberapa hari mendatang. Perusahaan yang berbasis di Luton, Inggris, ini memiliki sekitar 15.000 karyawan.

EasyJet memangkas biaya dalam persiapan untuk kembali melayani pasar perjalanan Eropa yang sangat tertekan oleh pandemi.

Tak hanya EasyJet, perusahaan lainnya seperti British Airways dan Ryanair Holdings Plc juga berencana mengurangi lapangan kerja. SAS AB mengatakan pada Kamis (28/5/2020) akan memangkas 5.000 tenaga kerja dan mungkin membutuhkan lebih banyak bantuan negara.

Sementara itu, Norwegian Air Shuttle ASA mengatakan akan kehabisan uang tunai pada kuartal ketiga. Adapun Deutsche Lufthansa AG telah berjuang selama berminggu-minggu untuk mendapatkan bailout senilai US$10 miliar.

"Kami harus mempertimbangkan keputusan yang sangat sulit," kata Chief Executive Officer EasyJet, Johan Lundgren, dalam rilisnya, seperti dikutip Bloomberg.

Lundgren memperkirakan pemulihan dari Covid-19 hanya akan kembali ke level taun 2019 dalam waktu sekitar tiga tahun mendatang. Maskapai ini akan mengoperasikan 51 pesawat lebih sedikit dari yang direncanakan pada akhir 2021.

Penerbangan akan dilanjutkan pada 15 Juni dengan beberapa rute, terutama di Inggris dan Prancis. Kapasitas diperkirakan turun 30 persen pada tingkat biasa di kuartal fiskal keempat dan meskipun pemesanan pada musim dingin lebih tinggi dari tahun lalu, itu sebagian karena orang mengubah tanggal penerbangan.

EasyJet juga menunda pembelian 24 pesawat untuk mengurangi pengeluaran jangka pendek senilai lebih dari 1 miliar pound (US$1,2 miliar).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phk easyjet covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top