Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Viral Bocah Bangunkan Ibunya yang Meninggal di Stasiun Kereta Api

Sebuah klip video yang menayangkan seorang anak  yang berusaha membangunkan ibunya yang ternyata sudah meninggal dan terbaring di lantai stasiun  kereta api viral  di media sosial.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  15:17 WIB
Ilustrasi - Warga di India berjalan sambil menggunakan masker pelindung - Bloomberg/Prashanth Vishwanathan
Ilustrasi - Warga di India berjalan sambil menggunakan masker pelindung - Bloomberg/Prashanth Vishwanathan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah klip video yang menayangkan seorang anak  yang berusaha membangunkan ibunya yang ternyata sudah meninggal dan terbaring di lantai stasiun  kereta api viral  di media sosial.

Kejadian memilukan itu sontak membuat warga India terkejut, karena disaksikan banyak orang ketika wanita itu tergeletak di lantai stasiun kereta api Kota Muzaffarpur.

Menurut laporan media lokal, keluarga Arbina Khatoon mengaku bahwa wanita itu meninggal karena kelaparan dan dehidrasi.

Kejadian itu membuat penderitaan yang dialami para pekerja migran menjadi sorotan akibat penguncian untuk mencegah penularan Covid-19 yang ketat di India. Namun, polisi setempat mengatakan bahwa dia meninggal karena sakit.

Wanita berusia 35 tahun itu termasuk di antara setidaknya sembilan pekerja migran yang tewas dalam kereta api beberapa hari terakhir saat melakukan perjalanan kembali ke rumah mereka, menurut pejabat setempat seperti dikutip Aljazeera.com, Kamis (28/5/2020).

Media lokal juga menayangkan rekaman bocah lelaki berusia dua tahun itu saat menarik kain yang menutupi ibunya yang sudah meninggal  di stasiun kereta negara bagian Bihar tersebut.

Polisi setempat mengatakan Khatoon meninggal karena sakit. Pihak perusahaan Kereta Api India menunjukkan surat dari kerabat yang membuktikan kesehatannya yang buruk.

Tetapi mereka yang bepergian bersamanya mengklaim dia meninggal karena kekurangan makanan dan air selama perjalanan kereta api yang panjang dari negara bagian Gujarat barat sekitar, yakni sejauh 1.800 km.

Seorang bocah lelaki berusia empat tahun juga dilaporkan tewas sebelum mencapai stasiun Muzaffarpur pada rute yang sama.

Ayahnya mengatakan bahwa dia "meninggal karena fasilitas yang buruk di kereta khusus untuk pekerja migran".

Jenazah dua pekerja migran lain yang menempuh perjalanan kereta 1.480 km (920 mil) dari Mumbai ke Varanasi di utara negara itu dikeluarkan dari gerbong kemarin.

Polisi mengatakan para pria itu, yang berusia 30 dan 63 tahun, menderita penyakit yang tidak dijelaskan.

Press Trust of India (PTI) melaporkan lima pekerja migran lainnya juga tewas dalam perjalanan kereta api antara Senin (25/5/2020) dan Rabu (27/5/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top