Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pedoman Opening Up Amerika, Ini Rincian Tiga Fase Wajib dari Gedung Putih!

Pedoman yang dirilis oleh Gedung Putih ini merinci poin-poin penting yang harus dicapai. Pedoman ini mendorong negara-negara bagian agar membuka kembali aktivitas bisnis dalam tiga fase.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  11:57 WIB
Presiden Trump dalam jumpa pers task force penanganan virus Corona -  Bloomberg / Yuri Gripas
Presiden Trump dalam jumpa pers task force penanganan virus Corona - Bloomberg / Yuri Gripas

Bisnis.com, JAKARTA – President Amerika Serikat Donald Trump pada bulan April merilis rincian pedoman mengenai pembukaan kembali aktivitas perekonomian yang terhenti akibat virus Corona.

Pedoman yang dirilis oleh Gedung Putih ini merinci poin-poin penting yang harus dicapai dalam program 'Opening Up America Again'. Pedoman ini mendorong negara-negara bagian agar membuka kembali aktivitas bisnis dalam tiga fase.

Dalam setiap fasenya, seperti di kutip dari situs resmi Gedung Putih, negara bagian harus memantau berbagai indikator utama untuk memastikan pembukaan kembali tidak memicu gelombang infeksi virus Corona baru.

Di antara sejumlah indikator tersebut adalah tren menurun dari laporan penyakit virus Corona yang dikonfirmasi dalam rentang 14 hari serta peningkatan kapasitas tes virus corona di berbagai tempat di negara bagian.

Dengan asumsi tidak ada peningkatan laju kasus Covid-19, pemerintah akan mengizinkan bisnis untuk meanjutkan ke fase dua dan tiga dari pedoman ini.

Dalam setiap fasenya, setiap negara bagian diharapkan mampu memberikan perlindungna kesehatan dan keselamatan bagi pekerja di industri penting serta fasilitas berisiko tinggi seperti panti jompo.

Setiap negara bagian juga diharapkan melindungi pekerja dan pengguna angkutan massal, serta memberikan anjuran bagi warga agar menaati pedoman social distancing dan untuk terus menggunakan masker.

Kondisi di setiap fase akan terus dipantau. Jika dalam fase dua atau tiga terjadi kembali lonjakan kasus, negara bagian dituntut untuk mengambil langkah darurat dengan kembali lagi ke fase sebelumnya atau ke fase awal.

Fase Satu

Di fase ini, seluruh individu yang berisiko tinggi terpapar Covid-19 harus tetap tinggal di rumah masing-masing. Anggota keluarga tangga dengan anggota lain yang berisiko tinggi harus harus menyadari bahwa dengan kembali bekerja atau pergi ke lingkungan lain tanpa social distancing dapat membawa virus kembali ke rumah.

Semua warga di tempat umum harus memaksimalkan jarak fisik dari orang lain. Perkumpulan lebih dari 10 orangharus dihindari kecuali ada tindakan pencegahan. Selain itu, setiap individu diimbau untuk mengurangi perjalanan non-essential dan mematuhi pedoman CDC mengenai isolasi setelah perjalanan.

Bagi pemberi kerja, pemerintah terus mendorong work-from-home, jika keadaan memungkinkan. Jika pekerjaan tidak mungkin dilakukan dari rumah, perusahaan diharapkan mengijinkan karyawan masuk kantor secara bertahap.

Perusahaan diimbau menutup tempat umum yang berpotensi menjadi tempat berkumpul dan berinteraksi atau menegakkan protokol jarak sosial yang ketat. Penyediaan akomodasi khusus untuk karwayan yang menjadi anggota keluarga berisiko tinggi juga sangat disarankan.

Dalam fase ini, sekolah dan kegiatan terkait lainnya seperti penitipan anak belum diijinkan untuk dibuka. Kunjungan ke panti jompo dan rumah sakit juga belum diperbolehkan. Individu yang berinteraksi dengan penghuni dan pasien harus mematuhi protokol ketat tentang kebersihan.

Tempat besar seperti rumah makan, bioskop, tempat olahraga, tempat ibadah dapat beroperasi di bawah protokol jarak fisik yang ketat. Selain itu, bar dan kafe harus tetap ditutup.

Fase Dua

Negara bagian dan wilayah yang telah menerapkan fase pertama dan tidak mengalami lonjakan kasus infeksi Covid-19 dapat melanjutkan ke fase pembukaan kedua.

Di fase ini, penduduk berisiko tinggi masih diharuskan untuk tetap tinggal di rumah masing masing. Anggota keluarga dengan anggota lain yang berisiko tinggi juga masih harus sadar dan berhati-hati agar tidak membawa virus ke rumah.

Semua warga di tempat umum yang lebih besar diharapkan tetap memaksimalkan jarak fisik dari orang lain. Perkumpulan di bawah 50 orang dapat dilakukan dengan tetap menerapkan tindakan pencegahan secara ketat. Perjalanan non-esesnsial sudah dapat dilakukan dengan tetap mematuhi pedoman CDC.

Pemberi kerja masih diimbau untuk mendorong karyawan bekerja dari rumah jika memungkinkan. Area umum dengan potensi berkumpul dan interaksi karyawan dapat dibuka dengan menegakkan protokol jarak sosial moderat.

Penyediaan akomodasi khusus untuk karwayan yang menjadi anggota keluarga berisiko tinggi juga masih sangat disarankan.

Di fase ini, sekolah dankegiatan terkait lainnya dapat dibuka kembali. Kunjungan ke panti jompo dan rumah sakti sangat tidak disarankan. Mereka yang berinteraksi dengan penghuni dan pasien harus mematuhi protokol ketat tentang kebersihan.

Berbagai lokasi seperti restoran, lapangan olahraga, dan tempat ibadah dapat beroperasi di bawah protokol jarak fisik sedang. Ruang olahraga tertutup dapat dibuka dengan mamatuhi protokol jarak fisik dan kebersihan yang ketat. Adapun, bar dan kafe dapat beroperasi kembali dengan mengurangi kapasitas pengunjung yang berdiri.

Fase Tiga

Di fase ini, individu berisiko tinggi diperbolehkan melanjutkan interaksi publik, tetapi harus mempraktikkan jarak fisik, meminimalkan paparan pada interaksi sosial yang tidak menerapkan social distancing, kecuali ada langkah-langkah pencegahan.

Penduduk berisiko rendah harus mempertimbangkan untuk meminimalkan waktu yang dihabiskan beraktivitas di lingkungan yang ramai.

Di fase ini, karyawan diijinkan kembali bekerja di kantor tanpa pembatasan ketat. Sementara itu, kunjungan ke panti jompo dan rumah sakit kini diperbolehkan dengan tetap memperhatikan interaksi dan kebersikan.

Berbagai lokasi seperti restoran, lapangan olahraga, dan tempat ibadah dapat beroperasi di bawah protokol jarak fisik yang terbatas. Ruang olahraga tertutup dapat dibuka dengan mamatuhi protokol jarak fisik dan kebersihan standar. Adapun, bar dan kafe dapat beroperasi kembali tanpa mengurangi kapasitas pengunjung yang berdiri.

Kesiapan Negara Bagian

Pemerintahan Trump juga mencantumkan sejumlah syarat bagi negara  bagian yang akan melakukan pelonggaran. Syarat-syarat wajib tersebut terkait dengan tiga faktor penting, yakni tes dan pelacakan kontak, kapasitas sistem kesehatan dan perencanaan yang mencakup perlindungan bagi masyarakat. 

Terkait dengan syarat tes dan pelacakan, pemerintah pusat mewajibkan negara bagian untuk mampu secara cepat mengatur penyaringan dan memiliki tempat pengujian yang aman dan efisien untuk individu yang bergejala dan melacak kontak dari hasil tes Covid-19

Selain itu, negara bagian harus memiliki lemampuan untuk menguji orang yang diindikasikan memiliki gejala Covid-19 dan melakukan pelacakan kontak. Negara bagian harus memiliki situs pengawasan sentinel untuk menyaring kasus tanpa gejala dan pelacakan kontak. Situs ini harus melayani individu yang orang tua, orang Amerika berpenghasilan rendah, ras minoritas, dan penduduk asli Amerika.

Untuk kapasitas sistem kesehatan, pemerintah negara bagian harus mampu secara cepat dan mandiri memasok Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai dan peralatan medis penting untuk menangani lonjakan sewaktu-waktu. Selain itu, pemerintah pusat mewajibkan kemampuan negara bagian untuk meningkatkan kapasitas ICU.

Dalam hal perencanaan, negara bagian harus dapat melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja di industri kritis dan melindungi kesehatan dan keselamatan warga yang tinggal dan bekerja di fasilitas berisiko tinggi, contohnya fasilitas perawatan masyarakat senior.

Negara bagian juga wajib melindungi karyawan dan pengguna angkutan massal dan tetap mengkampanyekan kepada warga tentang protokol sosial distancing dan pengunaan masker.

Pantau kondisi dan segera ambil langkah untuk membatasi dan memitigasi kenaikan kembali kasus baru dengan memulai kembali fase atau kembali ke fase sebelumnya, tergantung pada tingkat keparahannya.

Dengan tiga faktor penentu tersebut yang akan menjadi pertimbangan penting dalam membuka kembali aktivitas di seluruh negara bagian di AS. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gedung putih amerika serikat Virus Corona New Normal
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top