Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kematian Per Hari Covid-19 di Brasil Kalahkan AS, Presiden Bolsonaro dalam Tekanan

Kematian akibat wabah Covid-19 (Virus Corona) per hari harian Brasil lebih tinggi daripada kematian di Amerika Serikat untuk pertama kalinya selama 24 jam terakhir, menurut Kementerian Kesehatan negara itu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  08:05 WIB
Presiden Brazil Jair Bolsonaro mengunakan masker saat Upacara Bendera di Istana Alvorada di Brasilia - Bloomberg / Andre Borges
Presiden Brazil Jair Bolsonaro mengunakan masker saat Upacara Bendera di Istana Alvorada di Brasilia - Bloomberg / Andre Borges

Bisnis.com, JAKARTA - Kematian akibat wabah Covid-19 (Virus Corona) per hari harian Brasil lebih tinggi daripada kematian di Amerika Serikat untuk pertama kalinya selama 24 jam terakhir, menurut Kementerian Kesehatan negara itu.

Brasil mencatat 807 kematian selama 24 jam terakhir, sedangkan di AS sebanyak 620 orang meninggal pada waktu yang sama sepetti dikutip Aljazeera.com, Selasa (26/5/2020).

Brasil kini memiliki wabah terburuk kedua di dunia dengan 374.898 kasus, sedangkan AS mencatat 1.637 juta kasus. Sedangkan total kematian di AS telah mencapai 97.971 orang dibandingkan dengan Brasil pada angka 23.473.

Akibat perkembangan terbaru tersebut Gedung Putih mengeluarkan pernyataan yang mengubah waktu dimulainya pembatasan baru perjalanan dari Brasil ke Amerika Serikat dari tanggal 28 menjadi tanggal 26 Mei waktu setempat.

Gedung Putih mengumumkan kemarin bahwa pembatasan perjalanan itu dilakukan karena Brasil menjadi hotspot nomor dua di dunia untuk kasus virus corona. Dalam pengumuman aslinya, dikatakan bahwa pembatasan akan mulai berlaku pada 28 Mei.

Sementara itu, Presiden Brasil Jair Bolsonaro berada di bawah tekanan akibat kebijakan AS tersebut.

Bolsonaro menghadapi kritik keras karena melanggar pedoman jarak sosial dan kehilangan dua menteri kesehatan dalam waktu kurang dari sebulan.

Sekretaris pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany mengatakan langkah itu akan membantu memastikan warga negara asing yang telah berada di Brasil tidak menjadi "sumber infeksi tambahan di negara kami" sebagaimana dikutip TheGuardian.com.

Berita itu merupakan pukulan telak bagi pemimpin sayap kanan Brasil yang menggembar-gemborkan kedekatannya dengan Trump sebagai bukti dia mengarahkan Brasil ke arah yang benar. Pendukung Bolsonaro sering mengibarkan bendera AS saat unjuk rasa, sementara itu presiden Brasil baru-baru ini mengenakan topi "Trump 2020".

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

brasil Virus Corona covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top