Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hadapi Kebijakan 'Normal Baru' Masyarakat Diminta Tetap Waspadai Covid-19

Kalangan DPR meminta masyarakat tetap mewaspadai penularan Covid-19 seiring wacana penerapan kebijakan "normal baru" atau new normal. 
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  12:49 WIB
Ilustrasi-Petugas kepolisian mengarahkan calon pemudik yang terjaring razia penyekatan untuk menaiki bus yang akan membawa mereka ke Terminal Pulogebang, Jakarta, di Pintu Tol Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). - Antara/Nova Wahyudi
Ilustrasi-Petugas kepolisian mengarahkan calon pemudik yang terjaring razia penyekatan untuk menaiki bus yang akan membawa mereka ke Terminal Pulogebang, Jakarta, di Pintu Tol Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan DPR meminta masyarakat tetap mewaspadai penularan Covid-19 seiring wacana penerapan kebijakan "normal baru" atau new normal. 

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay meminta masyarakat tetap mewaspadai penyebaran Covid-19. Hal itu disampaikan Saleh terkait wacana penerapan kebijakan "normal baru".

"Dalam menghadapi kebijakan itu, masyarakat harus tetap waspada, bersiap dan melindungi diri dan keluarga dari penyebaran Covid-19," kata Saleh Daulay, di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Saleh mengatakan langkah masyarakat itu diperlukan karena Covid-19 masih cukup berkembang di Indonesia, tidak mengenal situasi normal, normal baru, bahkan abnormal.

Wakil Ketua Fraksi PAN itu menilai secara alamiah Covid-19 akan tetap menular, jika orang-orang tidak berupaya untuk melawan dan menghindarinya.

"Sejauh ini, tidak semua hal bisa diurus oleh Pemerintah sehingga peran serta masyarakat juga sangat tinggi. Itulah hebatnya rakyat Indonesia, selalu siap sedia, sabar, dan tangguh menghadapi segala hal," ujarnya pula.

Saleh menilai kebijakan "normal baru" dirancang pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi dan kelihatannya dijadikan prioritas utama, bahkan di atas penanganan penyebaran Covid-19.

Menurut Saleh apabila karena alasan ekonomi lalu pemerintah tidak lagi menjadikan Covid-19 sebagai program prioritas, masyarakat harus mempersiapkan diri masing-masing.

"Masyarakat harus saling mengingatkan antarwarga untuk sama-sama menghindari Covid-19 dan gotong royong untuk membantu yang terdampak. Sekarang saatnya masyarakat menunjukkan kalau semua bisa ditangani sendiri," katanya lagi.

Selain itu, dia tetap mengkritik langkah pemerintah menerapkan kebijakan normal baru, karena berdasarkan data statistik, jumlah pasien positif Covid-19 masih naik dan pasien yang dirawat pun masih banyak.

Saleh menilai kebijakan tersebut sengaja dibuat Pemerintah untuk mempersepsikan kepada publik bahwa situasi sudah berubah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi khawatir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 New Normal

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top