Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Presiden Soeharto saat menyatakan mengundurkan diri sebagai Presiden RI / Istimewa
Premium

Historia Bisnis: Soeharto: Saya Siap 'Madeg Pandito'

21 Mei 2020 | 18:20 WIB
Rentetan peristiwa yang terus memanas itu membawa Orde Baru yang berusia 32 tahun bagai telur di atas tanduk dan akhirnya mencapai klimaksnya saat Presiden Soeharto menyampaikan pidato pengunduran diri pada Kamis, 21 Mei 1998.

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Soeharto, di sela-sela lawatannya ke Kairo, Mesir, menyatakan jka masyarakat tidak mempercayainya lagi, dia bersedia diganti asal dengan cara konstitusional.

“Saya siap madeg pandito, memberikan nasihat kepada anak cucu dan mendekatkan diri kepada Tuhan,” katanya seusai bertemu Presiden Mesir Hosni Mubarak, Kamis dinihari WIB, seperti dikutip dalam salah satu berita utama Bisnis Indonesia edisi Kamis 14 Mei 1998 berjudul Pak Harto: Silakan Ganti Saya.

Madeg pandito dalam cerita pewayangan digambarkan sebagai kebiasaan raja-raja Jawa saat sepuh untuk mewariskan kerajaan kepada penerusnya untuk kemudian pergi meninggalkan kerajaan, menyendiri dan bertapa.

Ucapannya itu disampaikan menyusul kerusuhan yang terjadi pada Rabu 13 Mei 1998 (kelak dikenal sebagai peristiwa kerusuhan Mei 1998) di beberapa wilayah Jakarta yang dipicu oleh Tragedi Trisakti 12 Mei.

Akibat kerusuhan, nilai tukar rupiah di pasar internasional, hari itu, Rabu (13/5/1998), sempat anjlok 18,68 persen dalam sehari, dari Rp9.250 per dolar AS ke level Rp11.375. Adapun, Indeks Harga Saham Gabungan melorot 6,6 persen ke posisi 402,05.

“Saya tak akan menggunakan kekuatan bersenjata [untuk mempertahankan kepemimpinan]. Tetapi reformasi politik harus dilakukan secara konstitusional,” tandas Soeharto lagi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top