Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump: WHO Boneka China, Kami Bisa Hentikan Pendanaan!  

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerang organisasi kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (WHO) sebagai "boneka" China dan menegaskan sedang mempertimbangkan untuk memotong atau menyetop bantuan dana dari AS.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  10:23 WIB
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom menyalami Presiden China Xi Jinping di Great Hall of the People di Beijing, China, Selasa (28/1/2020), dalam kunjungannya ke negara itu berkenaan dengan penanganan wabah COVID-19./Antara - Reuters
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom menyalami Presiden China Xi Jinping di Great Hall of the People di Beijing, China, Selasa (28/1/2020), dalam kunjungannya ke negara itu berkenaan dengan penanganan wabah COVID-19./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerang organisasi kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (WHO) sebagai "boneka" China dan menegaskan sedang mempertimbangkan untuk memotong atau menyetop bantuan dana dari AS.

"Mereka adalah boneka China. WHO sangat  China-sentris dan  menguntungkan negara itu," katanya di Gedung Putih seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (19/5/2020).

Trump mengatakan Amerika Serikat membayar iuran sekitar US$450 juta setiap tahun kepada WHO, kontribusi terbesar dari negara mana pun.

Dia menegaskan berencana memangkas pendanaan untuk WHO, karena tidak diperlakukan dengan benar.

"Mereka memberi kami banyak nasihat buruk," katanya tentang WHO.

Trump berbicara ketika WHO mengadakan pertemuan tahunan pertamanya sejak pandemi Covid-19 melanda dunia yang berasal dari China.

Akibatnya, AS mengalami  gangguan ekonomi besar-besaran dan menewaskan 316.000 orang di dunia.

Hampir sepertiga dari mereka adalah warga Amerika Serikat. Trump mengatakan China hanya membayar sekitar US$40 juta per tahun untuk WHO.

Kalau demikian, ujar Trump, AS bisa saja menjadikan bantuan dari US$450 menjadi US$40 juta karena "beberapa orang berpikir bantuan itu terlalu banyak".

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china who Donald Trump covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top