Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kapasitas Tes PCR Capai 9.000 Per Hari, Tapi Belum Stabil

Upaya menggenjot kapasitas tes Covid-19 berbasis PCR merupakan satu cara untuk mengendalikan penyebaran virus Corona di Tanah Air.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  17:42 WIB
Petugas mengambil sampel lendir saat Tes PCR di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Undip Semarang, Rabu (22/4 - 2020). Foto: Istimewa
Petugas mengambil sampel lendir saat Tes PCR di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Undip Semarang, Rabu (22/4 - 2020). Foto: Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan bahwa kapasitas tes Covid-19 berbasis polymerase chain reaction (PCR) sempat mencapai 9.630 spesimen per hari. Namun, angka ini masih belum stabil dan kembali berkurang.

“Ini yang kami lihat adalah perlu ada pembinaan karena laboratorium ini tidak semuanya milik Kementerian Kesehatan, sehingga pejabat di kementerian dan lembaga terkait bantu kasih pembinaan ke pegawai di laboratorium agar punya kemampuan lebih tinggi lagi,” katanya usai rapat rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo mengenai percepatan penanganan pandemi Covid-19 melalui video conference, Senin (18/5/2020).

Upaya menggenjot kapasitas tes Covid-19 berbasis PCR merupakan satu cara untuk mengendalikan penyebaran virus Corona di Tanah Air. Namun, selama ini sempat terkendala dengan jumlah laboratorium yang mampu melakukan tes tersebut dan juga ketersediaan sumber daya manusia (SDM).

Presiden Joko Widodo sempat menagih target kapasitas uji spesimen virus Corona berbasis PCR sebanyak 10.000 per hari pada pekan lalu. Dia telah meminta percepatan kapasitas tes sejak medio April 2020.

Jokowi pada rapat terbatas pekan lalu juga menjelaskan bahwa data yang dia terima, sebanyak 104 laboratorium telah masuk dalam jaringan penanganan Covid-19. Namun sebanyak 51 laboratorium di antaranya belum melakukan rujukan pemeriksaan.

Sebelumnya Doni menjelaskan ketersediaan SDM menjadi satu kendala utama. Hal ini terjadi karena sebelumnya hanya ada satu shift petugas laboratorium dengan durasi kerja 8 jam per hari.

Saat ini upaya penambahan SDM telah dilakukan. Gugus Tugas Covid-19 telah bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di setiap wilayah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top