Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway Inc. memberikan paparan dalam rapat umum pemegang saham tahunan secara virtual/Andrew Harrer - Bloomberg
Premium

Belanja Saham Saat Pandemi Covid-19? Dompet Warren Buffett Aja Isinya Rp2 kuadriliun Lho...

04 Mei 2020 | 03:45 WIB
“Setiap satu dekade atau lebih, awan gelap memang akan menggelayuti perekonomian, namun tak lama akan sgeera turun hujan emas. Ketika hujan lebat semacam itu terjadi, sangat penting bagi kita untuk bergegas keluar membawa bak mandi dan bukan sendok teh. Dan itu akan kami lakukan,” ujar Warren Buffett, investor saham kawakan dalam RUPST virtual Berkshire Hathaway Inc.

Bisnis.com, JAKARTA — Investor saham kawakan Warren Buffett ternyata belum terpikir untuk kembali masuk ke lantai bursa di Amerika Serikat meski portofolio sahamnya sudah terdiskon, seiring dengan koreksi Indeks Dow Jones yang mencapai 16,87 persen dan Indeks S&P 500 12,38 persen secara year to date, hingga Jumat (1/5/2020). 

Bahkan, seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (2/5/2020), Buffett masih terus menumpuk uang tunai yang hingga akhir Maret 2020 tercatat sudah mencapai US$137 miliar. Tampaknya dia memegang betul prinsip cash is king dalam situasi saat ini, di mana virus corona masih menjadi momok utama seluruh negara di dunia.

Pertimbangan investor berjuluk The Oracle of Omaha itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, hingga  Minggu (3/5/2020), jumlah pasien positif corona atau Covid-19 di seluruh dunia sudah mencapai 3,52 juta kasus dan korban meninggal mencapai 246.285 jiwa dengan kasus positif  dan korban jiwa terbesar di Negeri Paman Sam, masing-masing 1,16 juta dan 67.906 jiwa!

Sementara itu, pada April, menurut laporan Bloomberg, Berkshire Hathaway Inc. bahkan sudah melepas portofolio investasinya hingga US$6,1 miliar sehingga bisa jadi kas Buffett kini sudah mencapai US$143 miliar.

Nilai tersebut kalau dirupiahkan kira-kira sebesar Rp2.167,45 triliun (asumsi  kurs Jisdor 30 April Rp15.157 per dolar AS) atau setara lebih dari Rp2 kuadriliun. 

“Ketika upaya untuk menahan penyebaran pandemi Covid-19 meningkat pada paruh kedua Maret dan berlanjut hingga April, sebagian besar bisnis kami terkena dampak negatif, mulai dari yang relatif kecil hingga parah," tulis Buffett dalam laporan yang disampaikan kepada otoritas bursa di AS, Sabtu (2/5/2020).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top