Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Luhut dan Mahfud Suarakan Pelonggaran PSBB, Bagaimana Anies?

Pembukaan sejumlah fasilitas publik itu dilakukan sebagai upaya pelonggaran kebijakan PSBB. Luhut berharap dengan dioperasikannya kembali sejumlah tempat hiburan, masyarakat tidak terkungkung di rumah.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 03 Mei 2020  |  14:53 WIB
Luhut dan Mahfud Suarakan Pelonggaran PSBB, Bagaimana Anies?
Suasana sepi terlihat di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Dua menteri koodinator (Menko) Presiden Joko Widodo angkat bicara soal pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) virus corona. Mereka adalah Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menko Bidang Polhukam Mahfud MD.

Luhut sebelumnya menyampaikan bahwa sebagian fasilitas publik, seperti Taman Impian Jaya Ancol akan dibuka jika tren perlambatan penyebaran virus corona atau Covid-19 melambat di Jakarta.

"Kita berdoa mestinya [kasus penyebaran corona] selesai pertengahan Juni. Atau bahkan dekat-dekat Lebaran [akhir Mei 2020], sudah ada sebagian [fasilitas publik] yang terbuka. Misalnya Ancol," ujar Luhut dalam wawancara di RRI, Sabtu (2/5/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya telah memutuskan untuk menutup Taman Impian Jaya Ancol sebelum penerapan PSBB. Penutupan sementara dilakukan pada 14-27 Maret 2020, tetapi kemudian diperpanjang sampa batas waktu tidak ditentukan.

Selain Ancol, beberapa fasilitas publik juga ditutup, termasuk tempat hiburan malam. Saat ini, pemerintah Jakarta belum memastikan fasilitas publik termasuk tempat hiburan dibuka kembali untuk masyarakat.

Menurut Luhut, seandainya Ancol dan fasilitas publik lain akan dibuka dalam waktu dekat, pemerintah akan memastikan pengelola menerapkan protokol kesehatan. Khususnya, jaga jarak fisik atau physical distancing.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan /Bisnis.com

Pembukaan sejumlah fasilitas publik itu dilakukan sebagai upaya pelonggaran kebijakan PSBB. Dia berharap dengan dioperasikannya kembali sejumlah tempat hiburan, masyarakat tidak terkungkung di rumah.

"Sebab, imunitas itu kalau tubuhnya dikungkung terus-terusan juga enggak sehat," ucap dia.

Selain berencana membuka kembali Ancol, Luhut mengatakan pemerintah kemungkinan juga akan segera mengizinkan siswa SD hingga SMA kembali belajar di sekolah. Langkah ini dipertimbangkan seiring dengan laju penyebaran corona yang terpantau mulai melandai.

"Nanti akan dilakukan bertahap, berlanjut," tuturnya.

Hal senada disampaikan Mahfud Md. Menurutnya, pemerintah tengah memikirkan relaksasi PSBB. Hal itu menanggapi adanya keluhan masyarakat yang tidak dapat melakukan aktivitas dengan bebas saat PSBB.

"Kami tahu ada keluhan ini sulit keluar, sulit berbelanja, dan sebagainya, sulit mencari nafkah dan sebagainya. Kami sedang memikirkan apa yang disebut relaksasi PSBB," kata Mahfud saat melakukan live di akun Instagram-nya @mohmahfudmd, Sabtu (2/5/2020).

Menko Polhukam Mahfud MD

Menko Polhukam Mahfud MD./Bisnis.com

Pelonggaran aktivitas selama PSBB seperti mengizinkan rumah makan buka, tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, imunitas masyarakat bisa menurun jika masyarakat merasa stress karena dikekang dengan aturan PSBB.

SIKAP ANIES BASWEDAN

Sehari sebelumnya, Anies Baswedan menjelaskan hasil evaluasi PSBB Jilid II di wilayah DKI Jakarta menyebutkan bahwa aspek kesehatan, belum tampak adanya penurunan kasus positif corona yang konsisten, sehingga PSBB masih perlu berlanjut sampai Ibu Kota benar-benar bebas dari Covid-19.

"Meskipun beberapa hari ini terlihat ada penurunan, tetapi ini tidak boleh diartikan sebagai PSBB-nya kendor. Harus lebih disiplin dan lebih ketat karena masih ditemukan kasus-kasus positif di masyarakat," ungkapnya.

Anies mengungkap bahwa pihaknya berupaya memperketat aturan-aturan turunan PSBB. Bahkan membuat regulasi khusus terkait pergerakan masyarakat keluar-masuk Jakarta.

Oleh sebab itu, Anies menegaskan agar masyarakst memenuhi anjuran presiden untuk lebih disiplin. Kegiatan sosial, ekonomi, budaya, kegiatan agama, sebisa mungkin dilakukan di rumah, bukan dilakukan secara bersama-sama atau berkelompok di masyarakat.

"Jadi, adanya peristiwa penurunan beberapa hari ini tidak boleh diartikan sebagai sudah selesai. Ini belum selesai. Jakarta belum merdeka dari Covid-19. Kita masih harus bertempur melawan Covid-19 karena belum merdeka dari Covid-19, maka jangan kendor," tegasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan./Bisnis.com

Anies memahami, tak mudah melewati masa PSBB. Hanya berada di dalam rumah selama berminggu-minggu memang tidak nyaman.

"Minggu pertama mungkin mengasyikkan. Minggu kedua mulai terasa beban, ketiga keempat, kelima. Nah, kami berharap kepada semuanya, bahwa ini dilakukan semata-mata melindungi penyebaran dan kita semua tidak ingin melakukan pengendoran di saat virus itu masih ada di mana-mana," jelas Anies.

Anies mengungkap bahwa memang ada pekerjaan yang hilang dan ekonomi yang terdampak akibat PSBB. Namun, itu semua bisa diganti, tetapi kesehatan tidak ada yang bisa menggantikan apabila tertular Covid-19.

"Jadi, saya berharap kepada seluruh keluarga, mari kita lebih serius sampai tuntas PSBB ini dan berharap sesudah ini nantinya lebih cepat. Makin disiplin, makin cepat selesai. Makin tidak disiplin, makin lama ini selesainya," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahfud md anies baswedan Luhut Pandjaitan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top