Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Editor Buku Kapsul Waktu Covid-19 Undang Masyarakat Menulis Esai

Labpolotda FISIP Universitas Lampung, Penerbit Pusaka Media, dan Lampung Heritage Society bekerja sama untuk menerbitkan buku Kapsul Waktu (Time Capsule) “Covid-19 dan Disrupsi Tatanan Sosial Budaya Ekonomi dan Politik.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 01 Mei 2020  |  00:14 WIB
Rancangan cover buku Covid-19 & Disrupsi Tatanan Sosial Budaya Ekonomi dan Politik. - Istimewa
Rancangan cover buku Covid-19 & Disrupsi Tatanan Sosial Budaya Ekonomi dan Politik. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Labpolotda FISIP Universitas Lampung, Penerbit Pusaka Media, dan Lampung Heritage Society bekerja sama untuk menerbitkan buku Kapsul Waktu (Time Capsule) “Covid-19 dan Disrupsi Tatanan Sosial Budaya Ekonomi dan Politik (Pesan dari Epistemic Community 2020)”.

Menurut Syafarudin Rahman, peneliti Laboratorium Politik dan Otonomi Daerah (Labpolotda) dan dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung (Unila) sebagai ketua tim editor, pihaknya mengundang akademisi, jurnalis, aktivis, dan diaspora Indonesia menulis esai untuk buku tersebut.

Dia menjelaskan kumpulan esai terpilih akan diterbitkan dalam buku cetak dan e-book serta diluncurkan sebagai kapsul waktu (time capsule) yakni metode berkomunikasi dengan generasi masa depan melalui pesan resmi.

Syafarudin, yang memimpin tim juri beranggotakan Erna Rochana, Bagus Wardianto, dan Erizal Barnawi, menambahkan bahwa Epistemic Community 2020 akan menyampaikan hal-hal yang dilakukan bangsa Indonesia dalam menghadapi Covid19.

“Penulis diminta merekomendasikan hal-hal konyol yang tidak perlu diulangi, serta merekomendasikan upaya pencegahan, mitigasi, dan pemulihan bila menghadapi mutan Covid-19”, kata Syafarudin melalui keterangan tertulis pada Kamis (30/4/2020).

Erna Rochana menambahkan, ”Bayangkan Flu Spanyol yang merebak 1918 atau 100 tahun lalu pernah melanda Indonesia. Tidak banyak informasi yang disampaikan Generasi 1918 kepada kita hari ini, kecuali sepotong info konon 50 juta penduduk dunia tewas,” ujar sosiolog Unila ini.

Sementara itu, Erizal Barnawi, editor bidang budaya, mengemukakan kita yang hidup di era revolusi Industri 4.0. ini harus bersyukur atas kemajuan teknologi dan memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi kepada generasi mendatang. “Mungkin kita yang menulis sudah meninggal, tapi kita masih bisa beramal lewat informasi yang bermanfaat.”

Bagus Wardianto, editor bidang ekonomi, menjelaskan syarat substantif dan teknis esai antara lain memuat ide, kiat, kisah, kearifan lokal, modal sosial nasional, catatan disrupsi yang mesti didorong dan mesti dihindari pada tatanan sosial budaya, ekonomi, poltik, dan atau lintas tatanan.

Adapun, khusus diaspora, diharapkan menyampaikan hasil eksplorasi mereka di negara tempat tinggalnya mengenai apa saja yang mesti diadopsi Indonesia dan apa yang mesti dihindari saat menghadapi Covid-19.

Dia mengemukakan bahwa naskah ditunggu hingga 20 Juni 2020, ditulis di kertas A4, margin 4-3-3-3, spasi 1,5, huruf Time News Roman 12, jumlah halaman 7-10. Sinopsis selembar halaman spasi satu.

Penulisan diharapkan berkerangka, ada subjudul. Sumber kutipan seperti data dan referensi ditulis dalam kurung dan daftar pustaka bila ada, serta lampirkan selembar narasi biodata penulis plus foto diri 4 x 6.

Syarat lainnya, tentu saja naskah belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

Naskah esai, yang dijadwalkan diseleksi pada 21 Juni - 30 Juni 2020, dikirim via email ke editor relevan yakni Dr. ErnaRochana/Sosial /[email protected]; ErizalBarnawi, MSn/budaya /[email protected]; Dr. Bagus Wardianto/ekonomi; /[email protected]; Syafarudin, MA/chief editor/politik/lintas tatanan /[email protected].

Daftar esai yang lolos dan tidak lolos diumumkan pada 6 Juli 2020 melalui email dan website FISIP Unila.

Penerbitan direncanakan berlangsung pada Agustus - September 2020. Selanjutnya peluncuran dan diskusi online pada Oktober 2020. Peserta bisa perorangan atau tim maksimal dua orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buku Virus Corona
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top