Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trump: China Akan Lakukan Apa pun untuk Membuat Saya Kalah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding China menginginkan dirinya kalah pada pemilihan mendatang.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 30 April 2020  |  14:29 WIB
Trump: China akan melakukan apa pun untuk membuat saya kalah - Al Drago/Bloomberg
Trump: China akan melakukan apa pun untuk membuat saya kalah - Al Drago/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding China menginginkan dirinya kalah pada pemilihan mendatang.

Trump menuding tanggapan China terkait wabah virus Corona sebagai wujud keinginan untuk melihat dirinya kalah pada November. Saat ini Presiden AS tersebut dinilai sedang mengintensifkan upaya untuk menyalahkan Beijing menjelang pemilihan di Amerika.

Trump - saat diwawancara Reuters di Gedung Oval, yang beritanya dirilis Rabu - tidak memberikan bukti yang mendukung klaim bahwa China sengaja salah atau lalai dalam menangani wabah yang telah menewaskan lebih dari 4.600 warga AS.

Trump mengatakan bahwa dia sedang mempertimbangkan berbagai cara untuk menghukum pemerintah China, yang dia tuduh telah membiarkan virus menyebar ke seluruh dunia.

"China akan melakukan apa pun untuk membuat saya kalah," kata Trump dalam wawancara tersebut. Trump  tidak mengatakan tindakan hukuman apa yang mungkin diambil, tetapi dia menambahkan: "Ada banyak hal yang bisa saya lakukan."

Saat wawancara Trump juga mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan AS dengan China telah "sangat memburuk" akibat dampak ekonomi dari krisis virus Corona. Perlambatan konomi telah membuat China lebih sulit untuk memenuhi janji pembelian yang termasuk dalam pakta perdagangan "fase satu" yang dicapai antara kedua belah pihak pada Januari.

Para pejabat di Washington dan Beijing telah saling melontarkan tudingan selama berminggu-minggu di saat AS menjadi salah satu negara yang paling terpukul oleh wabah yang pertama kali diidentifikasi di kota Wuhan, China tengah.

Perselisihan kedua negara telah mempersulit upaya global untuk meningkatkan respons terkoordinasi terhadap virus. Pejabat AS menekankan soal tanggung jawab China karena gagal menghentikan penyebaran wabah tersebut.

Partai Republik berupaya untuk menggambarkan China sebagai penjahat, di saat Trump menghadapi beragam kritikan atas penanganan krisis yang mendorong perekonomian AS menuju resesi.

Sekitar 55 persen orang Amerika tidak setuju dengan penanganan pandemi yang dilakukan Trump, menurut jajak pendapat NPR / PBS NewsHour / Marist yang dirilis Rabu. Sementara survei lain menunjukkan bahwa Trump berada di belakang calon Demokrat Joe Biden dalam perolehan dukungan secara nasional dan di negara-negara bagian utama.

China membuat situasi saling menyalahkan meningkat pada Maret ketika seorang juru bicara kementerian luar negeri negeri itu menyebarkan  spekulasi di media sosial bahwa personel militer Amerika lah yang menyelundupkan virus ke Wuhan. Sementara Trump telah menahan diri dari menyebut patogen penyebab Covid-19  sebagai "virus Cina". Sebelumnya, saat kampanye, Trump menuduh China "berbohong" tentang wabah itu.

Sebelumnya, pada Rabu, Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan bahwa China merupakan ancaman bagi dunia dengan menyembunyikan informasi tentang asal-usul virus Corona. Komentar itu muncul setelah program berita malam pada siaran utama China Central Television mempertanyakan transparansi dan akurasi data AS tentang infeksi Covid-19.

"Partai Komunis Tiongkok sekarang memiliki tanggung jawab untuk memberi tahu dunia bagaimana pandemi ini keluar dari China dan di seluruh dunia, menyebabkan kehancuran ekonomi global seperti ini," kata Pompeo kepada Fox News dalam sebuah wawancara. Pompeo berulang kali mengkritik Beijing. "Amerika perlu meminta pertanggungjawaban mereka," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump china Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top