Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 & Kematian di Spanyol Turun, Lockdown Diperlonggar

Spanyol mencatat penurunan jumlah kasus virus corona baru Covid-19 dan kematian, ketika negara itu bergerak ke arah pelonggaran pembatasan kehidupan publik secara bertahap.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 28 April 2020  |  17:37 WIB
Kurir pengantar makanan Glovo memakai masker saat berjalan melewati lapangan Puerta del Sol yang kosong akibat penerapan karantina ditengah wabah virus corona Covid-19 di Madrid, Spanyol, Minggu (19/4/2020)./Antara - Reuters
Kurir pengantar makanan Glovo memakai masker saat berjalan melewati lapangan Puerta del Sol yang kosong akibat penerapan karantina ditengah wabah virus corona Covid-19 di Madrid, Spanyol, Minggu (19/4/2020)./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Spanyol mencatat penurunan jumlah kasus virus corona baru Covid-19 dan kematian, ketika negara itu bergerak ke arah pelonggaran pembatasan kehidupan publik secara bertahap setelah lebih dari 6 pekan menerapkan lockdown.

Jumlah kematian meningkat 301 menjadi 23.822 orang dalam 24 jam hingga Selasa (28/4/2020), dibandingkan dengan peningkatan pada Senin (27/4/2020) sebanyak 331, menurut data Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, total kasus yang dikonfirmasi meningkat sebanyak 1.308 orang menjadi 210.773 setelah naik 1.831 pada Senin.

Angka-angka terbaru tentang infeksi baru mencerminkan standar pelaporan terbaru yang diadopsi dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, pemerintah memasukkan orang-orang yang memiliki antibodi virus dalam perhitungannya, tetapi sekarang total harian hanya mencakup pasien yang dipastikan positif menggunakan teknik pengujian swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

Telah ada penurunan terus-menerus dalam jumlah infeksi baru dan kematian dalam beberapa pekan terakhir dalam wabah paling luas di Eropa dan pemerintah bergerak maju dengan rencana hati-hati untuk memulai kembali ekonomi yang terpukul dengan menurunkan level karantina wilayah.

Kabinet Perdana Menteri Pedro Sanchez akan membahas pelonggaran lockdown pada Selasa, dengan perincian yang diharapkan akan diumumkan setelah pertemuan tersebut.

Pemerintah mengatakan bahwa daerah-daerah yang wabahnya tidak begitu parah akan dikendurkan level karantinanya terlebih dahulu, dan beberapa sektor industri akan dibuka kembali sebelum sektor yang lain.

Mulai 3 Mei, orang-orang akan diizinkan untuk berolahraga di luar ruangan dan berjalan-jalan dengan keluarga untuk pertama kalinya sejak keadaan darurat diumumkan pada 14 Maret. Anak-anak diizinkan keluar dengan didampingi satu orang dewasa sejak Minggu (26/4/2020).

Perhatian penting pemerintah adalah untuk menghindari kebangkitan penyakit mematikan tersebut. Kurangnya disiplin di bawah aturan yang lebih longgar berpotensi mengembalikan Spanyol ke situasi "yang bahkan lebih sulit daripada yang kita lihat sejauh ini," kata Fernando Simon, ahli epidemiologi top pemerintah, Senin.

Untuk membantu mencegah peningkatan baru infeksi, pemerintah pada Senin memulai tes acak pertama untuk antibodi untuk menentukan berapa banyak orang yang mungkin terpapar tanpa menunjukkan gejala.

Para pejabat mengatakan mereka memilih 90.000 penduduk dari segala usia di seluruh Spanyol. Namun, rumah jompo, di mana sebagian besar kematian Covid-19 Spanyol terjadi, tidak masuk bagian dari tes acak itu karena penghuninya tidak cukup fit, demikian dikemukakan Raquel Yotti, pejabat kesehatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

spanyol Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top