Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Waketum Gerindra Heran Satgas DPR Pilih Impor Jamu China untuk Obat Corona

Dia mempertanyakan apakah ada data yang valid China bisa menyembuhkan warganya dari virus corona menggunakan jamu atau obat herbal tersebut. Arief juga mengkhawatirkan obat China yang diimpor bebas dari virus corona. Apalagi, China merupakan negara awal munculnya Covid-19
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 28 April 2020  |  12:43 WIB
Pedagang jamu tradisional di Banjarbaru, Tarmuji. /Antara
Pedagang jamu tradisional di Banjarbaru, Tarmuji. /Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Langkah Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR RI yang mengimpor jamu dari China dan mendistribusikannya ke rumah sakit rujukan Covid-19 dikritisi sejumlah pihak.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mempertanyakan urgensi impor jamu tersebut mengingat Indonesia sendiri bisa memproduksi jamu atau obat herbal yang dipercaya bisa menangani Covid-19.

"Wong China aja enggak sanggup menangani Covid-19 pake jamu herbalnya, ini kok malah percaya dengan herbal-herbal impor dari China," ujarnya dalam pesan singkat kepada Bisnis, Selasa (28/4/2020).

Dia mempertanyakan apakah ada data yang valid China bisa menyembuhkan warganya dari virus corona menggunakan jamu atau obat herbal tersebut. Arief juga mengkhawatirkan obat China yang diimpor bebas dari virus corona. Apalagi, China merupakan negara awal munculnya Covid-19.

"Karena faktanya penyebaran Covid-19 di dunia itu lebih banyak di negara-negara yang paling tinggi nilai impor makanan dan herbal dari China loh," sebutnya.

Lagi pula kata Arief, Presiden Joko Widodo saja justru mengonsumsi jamu asli Indonesia.

"Yuk kita tiru Kangmas Joko Widodo yang cinta produk-produk herbal Indonesia," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jamu Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top