Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mahasiswa AS Remehkan Corona, Pulang Liburan 44 Orang Positif Covid-19

Para siswa, semuanya berusia 20-an tahun, terbang dengan pesawat sewaan ke Cabo San Lucas pada 14 Maret lalu. Beberapa mahasiswa lalu kembali dengan penerbangan komersial terpisah ke Texas pada 19 Maret lalu.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 04 April 2020  |  04:39 WIB
Meksiko - Istimewa
Meksiko - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -  Dua minggu lalu, di tengah pandemi Covid-19, sekitar 70 mahasiswa dari University of Texas di Austin, Amerika Serikat, justru mengisi liburan musim semi ke Meksiko.

Dampaknya, sebagian dari mereka, yakni 44 orang, kembali dengan infeksi virus corona yang bisa menyebabkan pneumonia akut itu.

Mengutip laman New York Times, Rabu (1/4/2020), mereka yang dinyatakan positif terinfeksi virus telah melakukan isolasi diri. Sementara, banyak mahasiswa lainnya kini dalam status pengawasan dan pemantauan.

Sebagai catatan tambahan, empat dari 44 siswa yang sudah dites dan terkonfirmasi positif itu tidak menunjukkan gejala Covid-19.

Para siswa, semuanya berusia 20-an tahun, terbang dengan pesawat sewaan ke Cabo San Lucas pada 14 Maret lalu. Beberapa mahasiswa lalu kembali dengan penerbangan komersial terpisah ke Texas pada 19 Maret lalu.

Perjalanan itu diselenggarakan oleh sebuah perusahaan bernama JusCollege, yang menyebut dirinya sebagai 'toko serba ada' untuk liburan musim semi dan segala perjalanan studi wisata. 

Nyatanya, pada Rabu, 1 April, situs web JusCollege juga masih memasukkan daftar acara untuk “Cabo Spring Break 2020” dari 23 Februari hingga 10 April.

Di sana tertulis seruan, di antaranya, “Bergabunglah dengan kami saat kami mengambil alih Cabo San Lucas untuk Spring Break 2020!”

Camron I. Goodman, 24 tahun, presiden organisasi mahasiswa di University of Texas, menolak berkomentar tentang perjalanan kelompok rekan-rekannya itu. Alih-alih dia malah mengatakan, "Banyak mahasiswa harus membuat keputusan sulit tentang rencana liburan musim semi mereka." 

Apa yang terjadi di Austin menjadi bagian dari cerita Amerika yang kini terpuruk menghadapi pandemi Covid-19.

Penyumbang Kasus Terbesar

Negara adidaya ini tercatat di peta penularan wabah yang dibuat Johns Hopkins University sebagai penyumbang kasus infeksi terbesar di dunia, sebanyak 245 ribu kasus, per artikel ini ditulis. Korban meninggal sebanyak 6 ribu di negara itu.

Banyak dari para mahasiswa itu diduga keliru telah terlalu percaya diri kalau orang muda tidak mungkin terinfeksi virus corona. Pun dengan mahasiwa dari University of Tampa, University of Wisconsin-Madison, dan perguruan tinggi lainnya.

Pemeriksaan telah dilakukan terhadap mereka yang baru kembali dari perjalanan liburan musim semi ke Florida, Alabama, Tennessee, dan tempat lain dan hasilnya sebagian positif Covid-19. 

Pernyataan Brady Sluder, pria muda yang sedang di liburan musim semi di Miami, di pantai yang masih ramai dikunjungi, bisa jadi mewakili sikap menantang pandemi itu di Amerika.

 "Jika saya dapatkan corona, saya dapatkan corona. Pada akhirnya, aku tidak akan membiarkannya menghentikanku untuk berpesta," ujar dia.

Pejabat kesehatan di Austin, Texas, menggunakan kasus yang terjadi pada kelompok mahasiswa yang berlibur ke Meksiko itu untuk mendesak penduduk dari segala usia untuk tinggal di rumah dan menghindari perjalanan yang tidak penting.  .

"Orang muda memiliki risiko lebih kecil untuk komplikasi, tapi mereka tidak kebal dari penyakit parah dan kematian akibat Covid-19," ujar direktur medis sementara dan otoritas kesehatan untuk kota Austin dan Travis County, Mark E. Escott.

University of Texas sendiri telah meliburkan kegiatannya mulai 13 Maret 2020 dan melanjutkan dengan instruksi online.

"Insiden ini adalah pengingat yang sangat kuat tentang pentingnya menganggap serius peringatan otoritas kesehatan masyarakat tentang risiko Covid-19," kata JB Bird, direktur hubungan media di universitas.

Universitas unggulan itu mengaku telah terpukul oleh virus corona Covid-19. Presiden kampus tersebut, Gregory L. Fenves, mengumumkan bulan lalu bahwa istrinya telah dinyatakan positif, dan keluarganya pun mengasingkan diri.

 Istri Fenves, Carmel, mulai menunjukkan gejala seperti flu setelah pasangan itu pergi ke New York untuk acara bersama alumni dan mahasiswa.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Virus Corona

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top