Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) saat mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/3 - 2020). KTT tersebut membahas upaya negara/negara anggota G20 dalam penanganan COVID/19. Biro Pers dan Media Istana
Premium

Sejarah Panjang Darurat Sipil, dari Gus Dur, Megawati hingga Jokowi

31 Maret 2020 | 11:13 WIB
Presiden JokoWidodo menyatakan apabila perkembangan peyebaran virus COVID-19 makin mengkhawatirkan, pembatasan sosial skala besar akan didampingi oleh kebijakan darurat sipil.

Bisnis.com, JAKARTA — Hari-hari terakhir ini, masih menjadi hari yang murung dalam konteks perlawanan terhadap pandemi virus COVID-19. Selain jumlah kasus positif yang terus bertambah, kebijakan pemerintah untuk menekan penyebarannya juga seolah menggantung.

Hingga Senin (30/3/2020) siang, jumlah pasien positif COVID-19 tercatat 1.414, total pasien sembuh berada di angka 75 (5,7 persen), dan korban jiwa mencapai 122 jiwa (8,62 persen).

“Saya ingatkan jaga jarak, hindari tempat berkumpul yang padat, cuci tangan pakai sabun, hindari menyentuh wajah. Manakala ada yang sakit, patuhi betul etika batuk dan bersin,” imbau Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto saat mengumumkan angka tersebut.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ikut menyampaikan pesan menyoal angka jumlah korban yang terus naik. Jokowi berpesan bahwa pada titik sekarang, physical distancing perlu dipertegas alias pembatasan sosial skala besar. 

Dia juga berujar apabila kondisi tak kunjung membaik, bukan tidak mungkin pemerintah bakal memberlakukan darurat sipil.

“Sehingga, tadi sudah saya sampaikan bahwa perlu didampingi adanya kebijakan darurat sipil,” ujarnya dalam pengantar rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Senin (30/3) siang.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top