Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Langkah Taktis Kemendes PDTT Hadapi Pemudik Awal di Tengah Wabah Covid-19

Relawan Desa Tanggap Covid-19 nantinya akan membuat pos jaga gerbang desa untuk memantau mobilitas warga.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  11:32 WIB
Jangan Mudik MediaLawanCovid19
Jangan Mudik MediaLawanCovid19

Bisnis.com, JAKARTA -  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memperkuat pencegahan penyebaran Covid-19 di tingkat desa dengan membentuk relawan Desa Tanggap Covid-19.

Kepala Badan Peneliti dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan dan Informasi Kemendes PDTT, Eko Sri Haryanto, menuturkan langkah ini diambil sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus SARS-CoV-2  akibat sebagian masyarakat di wilayah terjangkit telah mudik ke desa masing-masing.

Eko mengatakan relawan Desa Tanggap Covid-19 nantinya akan membuat pos jaga gerbang desa untuk memantau mobilitas warga. Dengan demikian, Eko mengatakan, setiap desa harus mulai menjaga di tempat-tempat masuk wilayahnya dari potensi penyebaran Covid-19.

“Harus didata siapa yang masuk dan keluar selain itu juga didata ini ODP atau PDP. Jika ditemukan kasus maka kemudian dilaporkan ke tim kesehatan di kabupaten atau kecematan,”kata Eko saat memberi keterangan pers ihwal "Kebijakan Kementerian Desa dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tingkat Desa” di Graha Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Selasa (31/3/2020).

Relawan Desa Tanggap Covid-19 itu diketuai oleh kepala desa, wakilnya BPD, anggotanya dari BPD, aparat desa, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, petugas-petugas yang ada di desa seperti pedamping profesional, tokoh-tokoh petani dan pemuda. Selain itu, relawan Desa Tanggap Covid-19 juga bermitra dengan Babinkamtibnas dan Babinsa untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda).

Di samping itu, Eko melanjutkan relawan juga bertugas untuk menyiapkan tempat khusus isolasi. Dengan demikian, ia mengatakan, relawan di desa mulai mendata tempat-tempat yang diperkirakan representatif dan nanti diusulkan oleh desa ke tim kesehatan yang ada di Kabupaten atau Puskesmas yang ada di wilayahnya.

“Tugas relawan harus mempersipakan itu kalau ada misalnya tamu dari wilyah luar yang terdampak Covid-19 mesti mulai didata,”ujarnya.

Lalu lintas harian rata-rata di Jalan Tol Trans Sumatra masih terpantau normal meski dilaporkan sudah ada sekitar ribuan masyarakat yang mudik lebih awal di tengah pandemi virus Corona.

Corporate Secretary PT Hutama Karya (Persero) Muhammad Fauzan mengatakan bahwa per hari ini, Senin (30/3/2020) kondisi lalu lintas harian rata-rata (LHR) di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) masih menurun akibat peneraban kebijakan social distancing guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Belum terlihat peningkatan [LHR] akibat rencana pelarangan mudik yang akan diterapkan oleh pemerintah yang membuat masyarakat mudik lebih awal," katanya kepada Bisnis, Senin (30/3/2020).

Di tengah pandemi Covid-19, dia mengungkapkan bahwa volume kendaraan yang melewati JTTS masih mengalami penurunan yang cukup signifikan yakni antara 25 persen hingga 30 persen di setiap ruas tolnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Kemendes-Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top