Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ambil Untung dari Corona, Produsen Obat China Ubah Lini Bisnis Demi IPO

Korporasi yang berencana melantai di pasar modal, mengubah lini bisnisnya demi meraup untung di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  15:06 WIB
Tenaga medis di RS San Raffaele, Milan, 23 Maret 2020, sedang menerima pasien./Bloomberg-Miguel Medina - AFP via Getty Images
Tenaga medis di RS San Raffaele, Milan, 23 Maret 2020, sedang menerima pasien./Bloomberg-Miguel Medina - AFP via Getty Images

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen obat-obatan dan suplemen kesehatan asal China baru-baru ini menambahkan masker bedah dan produk anti-pademi lain ke dalam portofolionya saat melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di Hong Kong pada Kamis (26/3).

Menurut Soochow Securities Co., salah satu koordinator global dalam kesepakatan itu, Tycoon Group Holdings Ltd. menggembar-gemborkan dirinya sebagai pilihan top anti-pandemi dan berupaya untuk mengumpulkan dana sekitar HK$400 juta atau senilai US$52 juta.

"Di tengah pandemi virus corona, produk-produk pelindung seperti masker bedah, disinfektan dan tisu basah antiseptik menjadi barang yang paling dicari baik oleh individu maupun petugas medis," seperti dikutip melalui Bloomberg, Kamis (26/3/2020).

Tycoon Group mengambil keuntungan dari peluang ini. Dalam presentasi investor, dikatakan bahwa mereka mendapatkan hak eksklusif untuk produk-produk anti-epidemi tak lama setelah wabah dimulai.

Perusahaan itu sekarang menjual segala sesuatu mulai dari tisu basah dan pembersih tangan hingga termometer dan masker bedah, meskipun obat-obatan China dan suplemen kesehatan masih merupakan produk terlaris, menurut prospektus pendahuluan.

Ini bukan perusahaan pertama yang mengubah fokus bisnisnya sejak wabah virus merebak.

Saham Ta Yang Group Holdings Ltd., pembuat keypad silikon dan karet, melonjak sebanyak 129 persen pada 14 Februari setelah mengatakan pihaknya memenangkan tender produksi masker untuk Beijing.

Saham produsen pakaian wanita, Veeko International Holdings Ltd. dan pembuat mainan Kin Yat Holdings Ltd. juga melonjak setelah mengatakan mereka akan mengubah pabrik mereka untuk memproduksi masker.

Di tengah pandemi ini, IPO di Hong Kong terus melambat karena pembatasan perjalanan yang berlaku luas dan volatilitas pasar yang ekstrem.

Data yang dikumpulkan Bloomberg menunjukkan hanya US$607 juta telah dikumpulkan melalui listing di pusat keuangan bulan ini, dibandingkan dengan US$1,39 miliar pada Maret tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo korporasi Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top