Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Usai Prosesi Pemakaman, Presiden Jokowi Rapat KTT Luar Biasa G20

Hanya berselang hitungan jam setelah memakamkan ibundanya, Presiden Jokowi segera mengikuti KTT Luar Biasa G20. Pertemuan ini membahas sejumlah isu, di antaranya pandemik virus Corona.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  21:02 WIB
Presiden Joko Widodo bersiap memberikan keterangan pers terkait wafatnya ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo di rumah duka, Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2020). Dalam keterangannya, Presiden Joko Widodo menyatkan bahwa Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo meninggal dunia karena sakit kanker yang sudah diderita sejak 4 tahun ini. ANTARAFOTO/Maulana Surya - foc.
Presiden Joko Widodo bersiap memberikan keterangan pers terkait wafatnya ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo di rumah duka, Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2020). Dalam keterangannya, Presiden Joko Widodo menyatkan bahwa Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo meninggal dunia karena sakit kanker yang sudah diderita sejak 4 tahun ini. ANTARAFOTO/Maulana Surya - foc.

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengikuti KTT Luar Biasa G20 melalui video conference dari Istana Bogor, usai memakamkan ibunya, Sudjiatmi Notomihardjo, di Karang Anyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2020).

KTT tersebut membahas upaya negara-negara anggota G20 dalam penanganan COVID-19. KTT Luar Biasa G20 ini digagas Arab Saudi selaku ketua G20 tahun ini. KTT ini diawali dengan sambutan pembukaan dari Raja Salman bin Abdulaziz AL Saud pada pukul 15.00 waktu Arab Saudi atau pukul 19.00 WIB.

Sebanyak 20 negara anggota, 7 negara undangan, 9 organisasi internasional, dan 2 organisasi regional mengikuti KTT Luar Biasa G20 ini.

Melansir siaran pers Kementerian Luar Negeri, pada pertemuan tersebut Presiden Joko Widodo berdiskusi secara virtual dengan para pemimpin negara anggota G20 dan organisasi internasional terkait diantaranya PBB, WHO, Bank Dunia dan IMF.

“Dengan tujuan untuk membahas tidak saja penanganan krisis pandemik, tetapi juga dampak ekonomi dan sosial yang berpengaruh pada global supply-chain,” mengutip rilis tersebut.

Para kepala negara atau kepala pemerintahan yang mengikuti KTT Luar Biasa G20 ini adalah Presiden Joko Widodo, Presiden Argentina Alberto Fernández, Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison, Presiden Brazil Jair Bolsonaro, PM Kanada Justin Trudeau, Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri India Narendra Modi, PM Italia Giuseppe Conte, PM Jepang Shinzo Abe, Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador, Presiden Rusia Vladimir Putin, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, Presiden Afrika Selatan

Cyril Ramaphosa, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, PM Inggris Boris Johnson, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Uni Eropa Charles Michel.

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam mengikuti KTT ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Adapun seperti diketahui ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo meninggal dunia setelah 4 tahun sakit, pada Rabu (25/3/2020) pukul 16.45 WIB di Surakarta, Jawa Tengah. Presiden beserta keluarga mengantarkan jenazah almarhumah ke tempat peristirahatan terakhirnya di pemakaman keluarga Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2020.

Presiden dan keluarga tiba di pemakaman pada pukul 13.00 WIB setelah sebelumnya disalatkan terlebih dahulu di Masjid Baiturachman di dekat rumah duka di Surakarta.

Presiden Jokowi yang tampak mengenakan kemeja putih dan peci hitam ikut turun ke liang lahat saat prosesi pemakaman berlangsung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top