Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Penyebaran Virus Corona, Ibu Hamil di New York Tak Menerima Penjenguk

Virus corona dapat menyebar dengan mudah, bahkan jika seseorang tidak memiliki gejala, berpotensi sebagai pembawa virus potensial.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  13:58 WIB
Minuman untuk ibu hamil. - Istimewa
Minuman untuk ibu hamil. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pasien yang melahirkan di Rumah Sakit NewYork-Presbyterian harus melalui proses bersalin tanpa pasangannya dan tidak diizinkan untuk menerima pengunjung untuk beberapa waktu ke depan.

Laporan dari New York Post menyebutkan bahwa otoritas rumah sakit berupaya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona dengan mengurangi kontak pasien dengan orang lain, di samping dokter dan perawat.

Perempuan, terlepas dari apakah mereka memiliki gejala, akan diuji untuk virus corona baru ketika mereka dirawat di unit persalinan dan pengiriman, New York Post melaporkan. Mereka juga harus memakai masker.

"Pada saat ini, tidak ada pengunjung termasuk pendamping yang diizinkan untuk menemui pasien kebidanan," kata kebijakan kunjungan umum NewYork-Presbyterian, dikutip melalui Insider, Senin (23/3/2020).

Aturan baru ini muncul setelah rumah sakit di sekitar wilayah New York, pusat infeksi virus corona di Amerika Serikat, memberlakukan pemeriksaan ketat dan meningkatkan pengawasan terhadap calon orang tua dan pasangan mereka.

Virus corona yang sangat menular dapat menyebar bahkan jika seseorang tidak memiliki gejala, yang telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan pejabat rumah sakit yang telah memusatkan perhatian pada pengunjung sebagai pembawa virus potensial.

Pada tanggal 18 Maret, Departemen Kesehatan New York mengeluarkan memo panduan untuk meniadakan semua kunjungan terhadap pasien rumah sakit kecuali jika diperlukan secara medis atau untuk anggota keluarga atau perwakilan hukum pasien dalam situasi gawat darurat.

Orang-orang itu masih akan diperiksa secara menyeluruh dan pihak rumah sakit akan menawarkan alternatif komunikasi lainnya, menurut isi memo itu. Hingga saat ini ada 31.057 kasus positif virus corona terkonfirmasi dan 390 kematian di Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top