Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Historia Bisnis : Transaksi dengan Anak Presiden Bawa Sang Menteri ke Tahanan

Pembelian tanah antara Departemen Koperasi dengan Bambang Trihatmodjo, membawa Sobijakto ke dalam tahanan. Polisi enggan memberi penangguhan karena keterangannya masih dibutuhkan. Sang pengacara marah.
Andya Dhyaksa
Andya Dhyaksa - Bisnis.com 20 Maret 2020  |  14:25 WIB
Artikel penahanan mantan Menteri Koperasi, Soebijakto, akibat transaksi dengan anak presiden Soeharto, Rabu (20/3 - 2002).
Artikel penahanan mantan Menteri Koperasi, Soebijakto, akibat transaksi dengan anak presiden Soeharto, Rabu (20/3 - 2002).

Bisnis.com, JAKARTA - Nasib pahit harus ditelan Soebijakto Tjakrawerdaya pada pertengahan Maret 2002. Di awal pekan, untuk pertama kali dalam hidupnya, dia harus merasakan getirnya fasilitas "hotel prodeo". Sehari setelahnya, penangguhan penjara yang diajukan sejumlah pihak ditolak mentah-mentah oleh aparat hukum.

Pekan itu, Menteri Koperasi Indonesia pada tahun 1993 hingga 1998 pada Kabinet Pembangunan VI dan VII era pemerintahan Presiden Soeharto, harus bolak-balik berurusan dengan Polda Metro Jaya.

Musababnya, Soebijakto diduga melakukan tindak pidana korupsi di Koperasi Pegawai Departemen Koperasi (KPDK). Korps Bhayangkara mencokok pria kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, itu karena diduga telah merugikan negara hingga Rp10 miliar.

Pangkal masalah yang memaksa Soebijakto terseret ke ruang tahanan adalah jual beli tanah seluas 4.003 meter persegi di sekitar Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Dan, “rekan transaksi” Soebijakto saat itu bukan orang sembarang.

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top