Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian Agama Bantah Adanya Penundaan Haji 2020

Tidak ada penundaan haji oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab. Surat yang beredar viral hanya menyebutkan perkembangan terhadap virus Corona. Kini tahapan sudah pada pelunasan Bipih.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  18:02 WIB
Calon Jamaah Umroh meninggalkan bandara setelah mendapat kepastian gagal berangkat ke Tanah Suci Mekah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Calon Jamaah Umroh meninggalkan bandara setelah mendapat kepastian gagal berangkat ke Tanah Suci Mekah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Agama membantah adanya penundaan ibadah haji tahun ini oleh Kerajaan Arab Saudi. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Nizar Ali, memastikan bahwa persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M terus berjalan.

Bahkan mulai hari ini, pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) juga sudah dibuka hingga 17 April mendatang. "Persiapan haji terus berjalan, baik di dalam negeri maupun proses pengadaan layanan di Arab Saudi," terang Nizar seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (19/3/2020).

Nizar membenarkan bahwa ada surat dari Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi yang ditujukan ke Menag, Fachrul Razi. Namun, surat itu bukan terkait penundaan pelaksanaan ibadah haji. Melainkan perihal permohonan untuk menunggu (bersabar) dalam menyelesaikan kewajiban baru hingga jelasnya masalah virus Corona (Covid-19).

"Saudi melalui suratnya hanya minta agar pembayaran uang muka terkait kontrak layanan ibadah haji 1441 H di Arab Saudi ditunda. Sebab, mereka tengah melakukan kebijakan lockdown untuk mencegah wabah virus corona atau Covid-19," ujar Nizar.

Sebelumnya, beredar di media sosial terkait dengan surat dari Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi, Mohammad Shaleh bin Taher al Benten, kepada Kedutaan Besar Indonesia di Saudi. Banyak pengguna media sosial yang menyangka surat tersebut sebagai keputusan penundaan ibadah haji tahun ini. Surat ini dilayangkan pada 12 Maret 2020.

Nizar mengatakan, pihaknya juga sudah menjalin komunikasi dengan Direktur Kantor Urusan Haji Kementerian Haji dan Umrah Saudi, Husni Busthoji. Dari komunikasi itu, dipastikan bahwa proses penyediaan layanan di Saudi tetap dilanjutkan, hanya proses pembayarannya yang ditunda.

Menurut Nizar, saat ini tim akomodasi sudah mendapatkan kesepakatan dengan sejumlah penyedia hotel baik di Makkah maupun Madinah. Bahkan, sejumlah hotel di Madinah juga sepakat untuk sistem sewa full musim.

“Tim ini masih terus bekerja untuk memenuhi target yang dibutuhkan. Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK Kantor Urusan Haji juga belum tanda tangan kontrak sama sekali. Jadi proses pembayaran memang belum dilakukan,” ujarnya.

Demikian juga dengan layanan konsumsi dan transportasi yang masih dalam proses pengadaan, tetapi belum pada pembayaran.

Di dalam negeri, persiapan haji memasuki tahap pelunasan Bipih 1441H/2020M. Pelunasan tahap pertama dibuka dari 19 Maret hingga 17 April 2020. Sedang untuk tahap kedua, dibuka dari 30 April hingga 15 Mei 2020.

Namun, untuk penyelenggaraan manasik, saat ini dihentikan sementara untuk meminimalisir kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Corona, sehingga kesehatan jemaah bisa tetap terjaga.

Sesuai Rencana Perjalanan Haji (RPH) yang telah disusun Kemenag, jemaah Indonesia akan mulai masuk asrama haji pada 25 Juni 2020 dan berangkat ke Tanah Suci pada 26 Juni 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibadah Haji kemenag Virus Corona
Editor : Andya Dhyaksa
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top