Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Mampukah Lockdown Memutus Mata Rantai Penyebaran Corona?

Usulan karantina wilayah atau lockdown muncul setelah upaya yang dilakukan pemerintah untuk membendung penyebaran virus corona dinilai tak efektif.
Tim Bisnis Indonesia
Tim Bisnis Indonesia - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  15:49 WIB
Petugas menggunkan pakaian khusus saat melakukan penyemprotan disinfektan pada gerbong kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (15/3/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti\n
Petugas menggunkan pakaian khusus saat melakukan penyemprotan disinfektan pada gerbong kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (15/3/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Makin meluasnya penyebaran virus corona di Indonesia memunculkan usulan karantina wilayah (lockdown), seperti yang dilakukan beberapa negara lain. Bagaimana efektivitasnya?

Upaya social distancing alias pembatasan sosial, seperti yang dijalankan di Jakarta, dinilai belum mampu memutus mata rantai penyebaran virus corona. Pasalnya, seperti yang terjadi pada Senin (16/3/2020), pemangkasan transportasi publik justru menghasilkan penumpukan penumpang dan membuat masyarakat berkerumun.

Pada saat yang sama, gambaran ketidaksinkronan kebijakan pusat dan daerah masih terlihat. Ketika sejumlah daerah berencana menerapkan lockdown—mengikuti instruksi Presiden Joko Widodo terkait dengan penetapan status kedaruratan daerahnya masing-masing—pemerintah pusat justru memutuskan untuk menarik kembali wewenang tersebut.

Presiden juga menegaskan sampai saat ini tidak berpikir mengimplementasikan kebijakan lockdown. Sejauh ini, pemerintah hanya mengambil langkah pembatasan sosial, yang kemudian diterjemahkan dalam beberapa kebijakan oleh pemerintah daerah (pemda) terkait.

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top