Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anak Positif Corona Diisolasi Bersama Orang Tua

Pasien anak positif Corona di Yogyakarta saat ini menjalani perawatan di ruang isolasi RSUP Sardjito. Pasien tersebut bersama keluarga diketahui memiliki riwayat tidak bepergian ke luar negeri dan hanya ke wilayah Depok, Jawa Barat.
Sunartono
Sunartono - Bisnis.com 15 Maret 2020  |  15:45 WIB
Peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) melakukan proses pemisahan cairan (ekstraksi) struktur pernafasan (respirasi) kelelawar asal Kepulauan Riau di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2020). Penelitian respirasi kelelawar tersebut untuk memastikan apakah di dalamnya terdapat virus corona 2019-n CoV dan kemungkinan untuk dibuatkan vaksin pada tahapan proses penelitian berikutnya. ANTARA FOTO - Moch Asim
Peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) melakukan proses pemisahan cairan (ekstraksi) struktur pernafasan (respirasi) kelelawar asal Kepulauan Riau di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2020). Penelitian respirasi kelelawar tersebut untuk memastikan apakah di dalamnya terdapat virus corona 2019-n CoV dan kemungkinan untuk dibuatkan vaksin pada tahapan proses penelitian berikutnya. ANTARA FOTO - Moch Asim

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Pasien anak yang diketahui positif Corona di Yogyakarta saat ini menjalani perawatan di ruang isolasi RSUP Sardjito.

Pasien tersebut bersama keluarga diketahui memiliki riwayat tidak bepergian ke luar negeri dan hanya ke wilayah Depok, Jawa Barat.

Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSUP Sardjito Banu Hermawan menjelaskan kedua orang tua pasien anak yang positif Corona saat ini termasuk dalam daftar pasien dalam pengawasan (PDP). Kedua orangtua turut diisolasi bersama anak tersebut.

“Diisolasi yang bersangkutan sama orang tuanya, bapak dan ibu,” katanya di sela-sela konferensi pers di Gedung Pracimasono, Kompleks Kepatihan, Minggu (15/3/2020), seperti dilaporkan Harian Jogja.

Adapun kondisi kedua orangtua tersebut menurutnya tidak mengalami gejala yang signifikan ke arah Covid-19. Oleh karena itu, keduanya hanya masuk dalam pengawasan saja.

“Sebetulnya kondisi orang tua tidak ada gejala yang signifikan sebagai Covid-19, tetapi kami hanya pengawasan saja, jadi dia [kedua orang tua pasien positif] tidak ada batuk, tidak ada sesak,” katanya.

Keluarga ini tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, melainkan hanya pernah jalan-jalan ke kawasan Depok, Jawa Barat. Menurutnya berdasarkan observasi, mereka juga tidak kontak secara langsung dengan penderita Covid-19.

“Dia dari wilayah Jawa, dia tidak ada kunjungan ke luar negeri, jadi dia hanya di lokal Depok [Jawa Barat]. Dia enggak sempat kontak [dengan penderita Covid sebelumnya], hanya jalan-jalan saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyampaikan infomasi adanya satu warga yang terinfeksi virus Corona. Hal itu disampaikan Sri Sultan setelah melakukan rapat tertutup dengan bupati, walikota dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemda DIY di Kompleks Kepatihan, Minggu (15/3/2020). Sri Sultan HB X menyampaikan satu pasien yang positif tersebut masih berusia anak.

"Ya betul, satu, masih anak-anak [yang positif Corona]," kata Sultan di hadapan para wartawan.

HB X menambahkan selain satu anak tersebut pasien suspect yang lain masih dalam tahap pemeriksaan. "Yang lain itu yang minta untuk diperiksa, tetapi belum ada pernyataan resmi apakah dia juga positif atau tidak. Yang positif satu," katanya.

Banu Hermawan menjelaskan pihaknya mendapatkan informasi terkait dinyatakan positif Corona satu pasien anak tersebut pada Jumat (13/3/2020). Pasien tersebut masuk pada Senin (9/3/2020). Akan tetapi hingga Minggu (15/3/2020) mulai membaik, pasien tersebut telah memasuki masa demam dan sesak nafas. Oleh karena itu pihaknya meminta doa agar pasien tersebut bisa dinyatakan sembuh dari Covid-19.

“Jadi anak ini sudah membaik, dia tidak ada sesak, tidak ada panas, sekarang tinggal batuk. Mohon doanya saja, semoga anak ini bisa kita nyatakan sembuh dari Covid-19. Anak ini sudah melewati fase itu mohon doanya saja dia saat ini tinggal batuk, panas sudah tidak, sesak nafasnya tidak, kunci utama covid adalah sesak nafas yang perlu kita kejar, sesak nafas sudah tidak,” kata Banu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yogyakarta Virus Corona

Sumber : Harian Jogja

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top