Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lingkungan Ramah Solusi Bantu Anak Hindari Kekerasan

Pandangan tersebut diutarakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, Senin (2/3/2020).
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 03 Maret 2020  |  01:33 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual - Antara
Ilustrasi pelecehan seksual - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menciptakan lingkungan yang ramah anak bisa jadi solusi bagi kasus kekerasan pada anak yang marak terjadi.

Pandangan tersebut diutarakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, Senin (2/3/2020).

“Konsep kampung ramah anak ini hal luar biasa. Perhatian diberikan kepada anak-anak dimulai dari tingkat akar rumput dan yang paling luar biasa itu partisipasi masyarakat. Rumah mereka dibuka selebar-lebarnya untuk aktifitas anak-anak. Kalau seperti ini dilakukan di seantero nusantara, kasus kekerasan terhadap anak dan perundungan tidak akan terjadi,” ujarnya.

Menteri Bintang menambahkan anak-anak bisa terlalihkan perhatiannya dari hal-hal negatif seperti kecanduan gawai dengan melibatkan mereka dalam aktifitas menyenangkan sekaligus mengedukasi sesuai dengan kearifan lokal.

“Memberikan ruang edukasi kepada anak-anak, mereka harus belajar tapi dilakukan dengan senang sesuai dengan usia anak dan tentunya disesuaikan dengan kearifan lokal, situasi, dan kondisi daerah tersebut. Saya harap konsep ini bisa menginspirasi desa lain,” tutur Menteri Bintang.

Pekan lalu, Menteri Bintang meninjau kampung ramah anak di dua lokasi berbeda, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji dan Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.

Desa Punten telah mengembangkan konsep kampung ramah anak sejak lima tahun lalu dengan menghidupkan aktifitas forum anak. Anak rutin melakukan aktifitas membaca karena tersedia pojok baca, olahraga, berkesenian, hingga budidaya ikan yang dikelola oleh forum anak. Sedikit berbeda di Desa Junrejo, desa ini ramah terhadap anak-anak disabilitas dengan melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan forum anak, seperti membaca puisi dan belajar bahasa isyarat.

“Ini upaya menjaga anak sekampung. Walaupun gang sempit tetapi kalau melibatkan anak dan masyarakat, gang itu bisa jadi ramah anak. Ini juga upaya mengalihkan anak dari ketergantungan gadget dengan kegiatan-kegiatan lokal. Anak diberikan kebebasan bermain dan berekspresi,” jelas Arist Merdeka Sirait yang sejak awal turut membina ke-dua desa menjadi kampung ramah anak.

Dalam kunjungannya itu, Menteri Bintang didampingi Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nahar, Walikota Kota Batu, Punjul Santoso, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Pusat, Arist Merdeka Sirait, para camat, dan kepala desa Punten, Bumi Aji dan Junrejo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekerasan anak
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top