Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Naiknya Muhyiddin Yassin dan 'Perebutan' Tahta di Putrajaya

Drama memperebutkan posisi Perdana Menteri Malaysia masih berlanjut meski Raja Malaysia telah menunjuk Muhyiddin Yassin untuk menduduki jabatan tersebut. Mahathir Mohamad diperkirakan masih akan mengejar posisi itu.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 02 Maret 2020  |  13:59 WIB
Siaran televisi menayangkan pengangkatan Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri kedelapan Malaysia oleh Raja Malaysia di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (1/3/2020). - Bloomberg/Samsul Said
Siaran televisi menayangkan pengangkatan Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri kedelapan Malaysia oleh Raja Malaysia di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (1/3/2020). - Bloomberg/Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA — Muhyiddin Yassin tersenyum ketika menempelkan kartu identitasnya ke mesin absensi di Kantor Perdana Menteri Malaysia di Putrajaya, Malaysia, Senin (2/3/2020).

Dalam foto yang ditayangkan di situs resmi kantor berita Bernama itu, dia terlihat didampingi sejumlah pejabat di Kantor Perdana Menteri (PM) Malaysia. Muhyiddin kemudian naik ke lantai lima, di mana kantor PM berada dan menandatangani sejumlah dokumennya yang menunjukkan bahwa dirinya telah resmi bekerja sebagai pemimpin baru Negeri Jiran.

Sehari sebelumnya, dia diangkat sebagai PM Malaysia oleh Raja Malaysia atau Yang Dipertuan Agung Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah. Penunjukkannya sebagai PM kedelapan bisa dibilang cukup mengejutkan karena sebelumnya publik, baik di internal Malaysia maupun dunia internasional, lebih banyak menghitung kemungkinan naiknya Mahathir Mohamad atau Anwar Ibrahim.

Namun, posisi Muhyiddin sejatinya belum aman. Pasalnya, dia masih harus mendapat dukungan yang lebih kuat dari Parlemen mengingat masih ada dukungan yang besar kepada Mahathir, eks PM yang mundur pada Selasa (24/2).

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top