Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Usai Perang Dagang, China Kembali ke Pasar Pertanian AS

China kembali ke pasar komoditas pertanian Amerika Serikat setelah mengeluarkan daftar produk yang akan memenuhi syarat keringanan tarif.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  19:38 WIB
Pekerja menyortir kedelai - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pekerja menyortir kedelai - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - China kembali ke pasar komoditas pertanian Amerika Serikat setelah mengeluarkan daftar produk yang akan memenuhi syarat keringanan tarif.

Dilansir Bloomberg, Kamis (20/2/2020), menurut suatu sumber, eksportir AS menjual setidaknya dua kargo sorgum ke China setelah pembeli mengajukan penawaran untuk dikirim pada semester pertama tahun ini.

Para importir juga menanyakan kedelai dan harga gandum. Sementara itu, minat baru pada barang-barang Amerika mengikuti publikasi China atas daftar 696 produk, termasuk kedelai, babi, sapi, jagung, gandum, minyak mentah dan gas alam cair. Komoditas tersebut akan memenuhi syarat pelonggaran tarif yang dikenakan Beijing usai perang dagang dengan Washington.  

Langkah itu adalah bukti lebih lanjut bahwa Beijing akan menepati janji yang dibuat dalam perjanjian fase satu dengan AS Januari lalu, terlepas dari penyebaran virus Corona yang mematikan.

Pada Senin, 17 Februari 2020, Bloomberg News melaporkan bahwa China mempertimbangkan untuk melakukan pembelian sejumlah barang pertanian AS pada akhir Februari atau awal Maret.

Sementara pembeli China memeriksa harga kedelai, mereka tidak menunjukkan tawaran tegas karena pasokan dari Brasil masih lebih kompetitif. Namun, ada beberapa penjualan biji Amerika baru-baru ini dari pelabuhan di Pacific Northwest sebagai akibat dari kebuntuan menunda ekspor dari negara Amerika Selatan.

Juga tidak ada kesepakatan untuk gandum. China telah membeli gandum dari Prancis, Kanada, dan Australia dalam beberapa bulan terakhir sebagai tanda negara itu berencana untuk mengelola kuota impor yang ditetapkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dengan lebih baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang dagang AS vs China
Editor : Andhika Anggoro Wening
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top