Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

15 Tahun Menanti, Transmigran Kayong Utara Akhirnya Terima Sertifikat Tanah

Penerbitan sesuai dengan Instruksi Presiden No. 86/2018 yang mengamanatkan pada kementerian terkait agar menerbitkan Sertifikat Tanah kepada pada seluruh warga Indonesia.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 15 Februari 2020  |  16:28 WIB
Warga menunjukkan sertifikat tanah saat mengikuti penyerahan sertifikat hak atas lahan tanah oleh Presiden Joko Widodo di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (13/7). - ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Warga menunjukkan sertifikat tanah saat mengikuti penyerahan sertifikat hak atas lahan tanah oleh Presiden Joko Widodo di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (13/7). - ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA -  Setelah menanti hampir 15 tahun para transmigran di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat akhirnya menerima Sertifikat Hak Milik (SHM).

Sertifikat itu diserahkan kepada para transmigran untuk 4.600 bidang, yang terdiri dari 4.545 untuk perorangan dan 55 untuk fasilitas umum.

Citra Duani, Bupati Kayong Utara mengatakan, terbitnya SHM merupakan buah dari penantian para transmigran di Kabupaten Kayong Utara. Penerbitan sertifikat tanah, katanya sesuai dengan Instruksi Presiden No. 86/2018 yang mengamanatkan pada kementerian terkait agar menerbitkan Sertifikat Tanah pada seluruh warga Indonesia.

"Terima kasih atas penantian transmigran Kayong Utara akhirnya secara resmi SHM ini diterbitkan pemerintah," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (15/2/2020).

Citra mengatakan SHM yang diberikan bisa saja menjadi jaminan kepada lembaga perbankan untuk modal usaha dan lainnya. Namun, harus dipastikan kemampuan untuk mencicil sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari.

"Jangan dijual karena susah menerbitkannya. Sekarang status tanah rumah jelas, jadi dioptimalkan," tambahnya.

Supriadi, Direktur Usaha Pengembangan Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengatakan, setelah penantian panjang dan kerja sama antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akhirnya masyarakat Kayong Utara menerima hak-nya yaitu SHM.

"Mohon sertifikat yang sudah diamanatkan Presiden RI ini dijaga dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal," katanya.

Supriadi mengharapkan masyarakat yang telah menerima SHM tersebut memanfaatkannya untuk meningkatkan produktifitas pertanian setempat.

"Agar kesejahteraan warga meningkat. Istri dan anak tenang bila kesejahteraan keluarga bagus," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sertifikat tanah
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top