Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pemandangan Hong Kong pada malam hari. - Bloomberg/Brent Lewin
Premium

Menantikan Hong Kong yang 'Sehat' dari Resesi

10 Februari 2020 | 10:41 WIB
Rangkaian aksi demonstrasi yang berlangsung berbulan-bulan membuat ekonomi Hong Kong jatuh dalam resesi. Tekanan tambahan datang dalam bentuk virus corona.

Bisnis.com, JAKARTA — Carrie Lam tak menyangka rencana pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi yang diusung pemerintah administratif Hong Kong berujung pada serangkaian aksi demonstrasi selama berbulan-bulan di kota pelabuhan itu.

"Saya menyesal bahwa kekurangan di sisi kami dan berbagai faktor lainnya telah memicu kontroversi dan perselisihan substansial di masyarakat, menyusul kondisi yang relatif tenang selama 2 tahun terakhir, sehingga mengecewakan banyak orang," ujarnya dalam sebuah konferensi pers, Sabtu (15/6/2019).

Seperti dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Lam menyampaikan penyesalannya atas kontroversi yang ditimbulkan oleh pengajuan RUU tersebut.

Beberapa hari kemudian, tepatnya Selasa (18/6), pemimpin eksekutif Hong Kong itu kembali menegaskan tanggung jawabnya atas situasi kota itu yang tak kunjung mendingin.

Pengunjuk rasa membawa spanduk dalam aksi damai besar-besaran meminta pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam untuk mundur dan menghapus RUU Ekstradisi di Hong Kong, China, Minggu (16/6/2019)./Reuters-Athit Perawongmetha

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top