Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wapres Minta Skema Pemulangan Eks Anggota ISIS Lebih Komprehensif

Ma`ruf Amin menekankan agar skema tersebut dibuat sebaik mungkin dan tidak memberi dampak buruk kepada masyarakat lain. "Jadi memang itu bahasannya komprehensif lah, belum ada kesimpulannya, kita tunggu saja, ya," ujarnya.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  15:59 WIB
Ilustrasi-Kelompok militan ISIS saat memasuki kota Tell Abyad di wilayah utara Syria - Reuters/arsip
Ilustrasi-Kelompok militan ISIS saat memasuki kota Tell Abyad di wilayah utara Syria - Reuters/arsip

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Presiden Ma`ruf Amin mengatakan skema pemulangan 660 mantan anggota ISIS asal Indonesia di luar negeri perlu dibahas secara komprehensif.

Pemerintah menyebut sedang menyusun dua skema terkait nasib pada teroris asal Indonesia di luar negeri. Dua draf tersebut terbagi atas keputusan yaitu dipulangkan atau tidak dipulangkan.

Wapres menyebut dua pilihan itu harus dikaji secara matang. Apalagi pemerintah tidak ingin para teroris dapat menularkan radikalisme kepada masyarakat.

"Ini saja kita virus Corona saja kita harus berhati-hati bahkan dilakukan observasi, isolasi dulu, nah ini juga harus dipikirkan [teroris lintas batas], kalau menular berbahaya juga," katanya di Kantor Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Ma`ruf Amin menekankan agar skema tersebut dibuat sebaik mungkin dan tidak memberi dampak buruk kepada masyarakat lain. "Jadi memang itu bahasannya komprehensif lah, belum ada kesimpulannya, kita tunggu saja, ya," ujarnya.

Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengatakan pemerintah sedang menyusun rencana yang arif untuk ratusan teroris di luar negeri tersebut.

"Kita tunggu saja sambil menunggu pemerintah dalam hal ini punya kearifan tersendiri terhadap warga negaranya yang salah jalan," katanya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Menurut Jimly, warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri dilarang terlibat dalam perang untuk kepentingan negara lain. Namun, apabila bersikeras menjadi sukarelawan dalam kelompok ekstrimis, mereka bisa terancam kehilangan paspor.

Setidaknya sekitar 660 teroris lintas batas asal Indonesia berada di sejumlah negara. Seluruhnya telah terdata oleh pemerintah termasuk alamat para teroris.

Namun, sebagian menyebut jumlah teroris asal Indonesia mencapai 1.100 orang, meski belum diketahui secara rinci. Beberapa di antaranya seperti Suriah, Turki, dan Afganistan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ISIS Ma'ruf Amin
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top