Peserta Tes SKD CPNS Pakai Joki, Begini Tindakan BKN

Badan Kepegawaian Nasional (BKN) menyatakan tidak akan mentolerir peserta tes SKD CPNS yang kedapatan memakai joki saat mengerjakan soal.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  05:21 WIB
Peserta Tes SKD CPNS Pakai Joki, Begini Tindakan BKN
Sejumlah peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Gedung Serba Guna Balekota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (1/2/2020). - ANTARA / Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Kepegawaian Nasional (BKN) menyatakan tidak akan mentolerir peserta tes SKD CPNS yang kedapatan memakai joki saat mengerjakan soal.

Hal tersebut disikapi BKN, terkait adanya kasus penggunaan joki oleh salah satu peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Formasi 2019, di salah satu titik lokasi (Tilok) Makassar,

Plt Kepala Biro Humas, Paryono, Selasa (4/2/2020) di ruang kerjanya menyampaikan bahwa Panitia Pelaksanaan Seleksi CPNS tidak akan menolerir sedikit pun kasus serupa.

“Penggunaan joki termasuk tindakan pidana. Karena itulah, jika terjadi pelaku akan langsung diserahkan ke Polisi untuk menjalani proses hukum sampai ke pengadilan. Nama peserta seleksi pengguna joki juga akan di-blacklist. Jika sampai masuk dalam daftar hitam, nama peserta SKD penyewa joki otomatis akan di-drop dari perhelatan rangkaian seleksi CPNS dan itu berarti seumur hidup pelamar bersangkutan tidak bisa lagi mengikuti seleksi Calon Aparatur Sipil Negara”. Ujarnya seperti dikutip dari laman resmi BKN.

Sebelum pelamar mengikuti SKD, sambung Paryono, akan dilakukan serangkaian pengecekan untuk memastikan pelamar berlaku jujur dalam pelaksanaan seleksi.

Pemeriksaan identitas peserta SKD akan dilakukan secara cermat, pun dalam pelaksanaan SKD peserta berada dalam pengawasan ketat panitia yang bertugas dan pantauan CCTV. Rangkaian pengamanan tersebut akan memastikan perjokian tidak dapat melenggang mulus menghadapi seleksi CPNS.

Sampai sejauh ini tidak ada joki yang dapat lolos hingga mengikuti ujian.

Paryono juga mengingatkan bahwa cita-cita menjadi CPNS harus disertai dengan cara-cara halal dalam mencapainya. Ikuti semua proses rekrutmen dengan baik dan fair. Penggunaan jimat pun dilarang dalam pelaksanaan SKD CPNS.

Sebelum memasuki area pelaksaan seleksi, segala barang yang tidak berhubungan dengan pelaksanaan seleksi diminta ditanggalkan seperti handphone, earphone, headset, gelang, kalung, anting, perhiasan, ikat pinggang, dompet, dan jam tangan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cpns

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top