Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Di Pasar App Store, Byte Siap Bersaing dengan TikTok

Byte, aplikasi berbagi video baru yang dirilis pada Jumat (24/1/2020), untuk bersaing dengan Tik Tok, menempati peringkat tertinggi di App Store Amerika Serikat.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 27 Januari 2020  |  21:07 WIB
Antarmuka aplikasi berbagi konten video TikTok
Antarmuka aplikasi berbagi konten video TikTok

Bisnis, JAKARTA -- Byte, aplikasi berbagi video baru yang dirilis pada Jumat (24/1/2020), untuk bersaing dengan Tik Tok, menempati peringkat tertinggi di App Store Amerika Serikat.

Dibuat oleh Dom Hofmann, Byte menghidupkan kembali layanan berbagi video serupa yang juga sempat viral, Vine. Hofmann mendirikan Vine pada musim panas 2012 dan dijual ke Twitter Inc. pada akhir tahun itu.

Dilansir melalui Bloomberg, perusahaan induk Vine gagal menemukan cara untuk membuat layanan ini menguntungkan dan pada akhirnya menghentikan seluruh operasi pada 2016 Meskipun singkat, Vine menjadi poin penting dalam budaya media sosial AS.

"Byte berada pada posisi nomor satu untuk aplikasi gratis yang paling banyak diunduh melalui App Store AS dan masih bertahan di posisi itu," ujar Randy Nelson dari perusahaan riset Sensor Tower, dikutip melalui Bloomberg, Senin (27/1).

Selain di AS, Byte juga menempati posisi tertinggi di Kanada dan berada pada peringkat 10 besar di Australia, Selandia Baru, Norwegia, dan Inggris.

Adapun di Play Store, untuk aplikasi Android, Byte menempati peringkat keenam di antara aplikasi lainnya di AS.

Waktu rilis Byte bertepatan dengan momen penting bagi Tik Tok dan perusahaan induknya, ByteDance, yang berbasis di Beijing.

ByteDance sedang mencari calon CEO Tik Tok, yang berada di bawah pengawasan ketat dari anggota parlemen AS yang khawatir tentang pengaruh perusahaan China itu pada konsumen AS.

Menurut sebuah surat yang ditulis oleh Senator Chuck Schumer dan Tom Cotton pada musim gugur lalu, popularitas Tik Tok yang melejit dianggap dapat menciptakan risiko keamanan nasional.

Tidak seperti ByteDance, yang saat ini merupakan startup dengan nilai paling tinggi di dunia, dan sebagian besar pesaing media sosial lainnya, Byte memulai bisnis mereka dari nol dan pedoman komunitasnya mengaju pada anggaran sederhana perusahaan.

Sampai dengan akhir 2018 valuasi ByteDance, startup yang juga menciptakan Musical.ly, dilaporkan sebesar US$78 juta.

Meski demikian, respons awal yang kuat terhadap kehadiran Byte menunjukkan bahwa komunitas yang telah lebih dulu dibangun oleh Vine tetap loyal pada format video enam detik yang dipopulerkan oleh aplikasi yang melambungkan nama bintang Youtuber kontroversial, Logan Paul.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

TikTok

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top