Pujian Jokowi dan BG ke Sandiaga untuk Redam Dominasi Anies?

“Pesannya sederhana, 2024 bukan hanya Anies, ada banyak figur salah satunya ya Sandi itu. Intinya ingin mematahkan dominasi Anies yang menguasai panggung politik selama ini, minimal di level opini publik,” kata Adi.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 21 Januari 2020  |  12:58 WIB
Pujian Jokowi dan BG ke Sandiaga untuk Redam Dominasi Anies?
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan mantan Ketua Umum HIPMI Sandiaga Uno (kiri) sebelum menghadiri acara pelantikan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2019-2022 di Jakarta, Rabu (15/1/2020). - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Ada pesan politik dalam pujian Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan untuk Sandiaga Uno beberapa waktu lalu.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menduga bahwa pesan politik itu ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Adi menilai, Jokowi dan Budi ingin mengingatkan Anies bahwa ia bakal memiliki pesaing di kontestasi pemilihan presiden 2024, salah satunya Sandiaga.

“Pesannya sederhana, 2024 bukan hanya Anies, ada banyak figur salah satunya ya Sandi itu. Intinya ingin mematahkan dominasi Anies yang menguasai panggung politik selama ini, minimal di level opini publik,” kata Adi, seperti dilansir Tempo, Selasa (21/1/2020).

Menurutnya, bukan tanpa alasan Jokowi dan BG menyinggung nama Sandiaga. Sejumlah data lembaga survei mencatat popularitas Sandiaga cukup tinggi bahkan mendekati Anies.

Padahal, di sisi lain Sandiaga bukan pejabat publik dan bukan ketua umum partai politik. Sementara itu, popularitas tokoh-tokoh yang dianggap berbeda kubu dengan Anies seperti Tri Rismaharini, Ridwan Kamil, dan Ganjar Pranowo masih berada di bawah Sandiaga.

Menurut Adi, wajar jika Presiden dan BG meng-endorse Sandi. “Faktor elektabilitasnya sekarang cukup kuat dan top of mind dia bisa mendekati Anies,” kata dosen komunikasi politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini.

Presiden Jokowi memperkirakan bahwa Sandiaga berpotensi menjadi penggantinya di 2024 saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Hotel Raffles, Jakarta pada Rabu (15/1).

Jokowi awalnya berkelakar bahwa di antara kader Hipmi ada yang akan menjadi penggantinya. Emoh menyebut nama, Jokowi hanya berujar orang yang dia maksud baru saja berdiri. Hanya Sandiaga ketika itu yang berdiri saat Jokowi berpidato.

“Yang hadir di sini adalah kandidat yang kemungkinan besar akan menggantikan saya, dan saya meyakini itu. Tapi, saya tidak menyebutkan orangnya siapa. Hanya tadi yang baru saja berdiri tadi (Sandiaga) kira-kira,” kata Jokowi.

Selain isyarat dari Jokowi, guyon serupa juga dilontarkan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan. Kelakar itu disampaikan Budi Gunawan saat pelantikan PB eSports Indonesia di Hotel Kempinski Jakarta, Sabtu (19/1).

Dalam pidatonya, Budi Gunawan menyebut bahwa jumlah bonus demografi Indonesia akan terus meningkat sekitar 52 persen dari jumlah penduduk Indonesia. BG pun lantas langsung mengaitkan persentase serta jumlah anak muda penggemar eSports itu bisa menyumbangkan banyak suara bagi Sandiaga Uno apabila menjadi calon presiden 2024.

 

“Kalau Presiden [Joko Widodo] kemarin sudah menyatakan Pak Sandi sebagai calon yang punya peluang sangat kuat menjadi presiden, kami sangat meyakini bahwa dengan dukungan dari eSports maka kelompok milenial dan gen Z akan bersatu untuk memenangkan Sandiaga Uno,” kata Budi Gunawan.

Dalam dua kesempatan itu, Sandiaga menilai ucapan Jokowi dan Budi Gunawan hanya candaan belaka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anies baswedan, sandiaga uno

Sumber : Tempo.co

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top