Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bangkok Hadapi Puncak Pencemaran Udara Akibat Debu Halus

Bangkok, Ibu Kota negara Thailand, menghadapi polusi udara terburuk. Puncak kabut asap beracun akibat adanya partikel debu sangat halus yang dinamakan PM2.5 diperkirakan terjadi pada Kamis 16 Januari 2020.
Ilustrasi./Bisnis.com-Andhika Anggoro
Ilustrasi./Bisnis.com-Andhika Anggoro

Bisnis.com, JAKARTA – Bangkok,  Ibukota negara Thailand, menghadapi polusi udara terburuk. Puncak kabut asap beracun akibat adanya partikel debu sangat halus yang dinamakan PM2.5 diperkirakan terjadi pada Kamis 16 Januari 2020.

Dikutip dari The Star Online, Rabu (15/1/2020), Gubernur Bangkok, Aswin Kwanmuang menyampaikan peringatan dari Departemen Pengendalian Pencemaran (PCD) bahwa tingkat partikel debu PM2.5 yang berbahaya di udara kota akan mencapai puncak musiman selama jam sibuk malam hari Kamis (16 Jan).

PCD menyalahkan kondisi cuaca yang membuat polusi tersebut tidak dapat ditanggulangi. PCD juga menyarankan warga dan pengunjung untuk tinggal di dalam ruangan, memakai masker wajah saat berada di luar dan menghindari kendaraan yang mengeluarkan asap knalpot.

Aswin mengatakan tim medis keliling akan tersedia untuk menanggapi keadaan darurat pernapasan dan kru kota akan menyemprotkan air ke udara untuk mengurangi kabut asap.

“Operator kendaraan yang mengeluarkan asap padat akan didenda,” katanya.

Asal tahu saja, polusi udara akibat partikel debu dengan diameter kurang dari 2,5 mikrometer (PM2.5) ini bukanlah yang pertama kalinya dialami oleh Thailand.

Pada Januari – Februari tahun lalu, tingkat partikel debu di negara tersebut juga melampaui batas aman dan menghancam kesehatan warga. Kadar polutan berbahaya yang semakin tinggi membuat sekitar 400 sekolah ditutup sementara waktu. Pemerintah berupaya menggulangi dengan cara menyemprotkan air.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ropesta Sitorus
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper