Dosen UMM Ciptakan Tiga Drone Dukung Pertanian Modern

Dosen UMM menciptakan tiga jenis drone berteknologi canggih untuk mendukung pertanian.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 12 Januari 2020  |  01:33 WIB
Dosen UMM Ciptakan Tiga Drone Dukung Pertanian Modern
Prof. Muhajir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (dua kanan) di UMM, Sabtu (11/1/2020). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG – Dosen Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Wahono menciptakan tiga jenis pesawat tanpa awak (drone) berteknologi canggih untuk mendukung pertanian modern.

Wahono mengatakan tiga drone itu di antaranya Motodoro MX berjenis flying wing dengan kemampuan yang lebih efisien karena sekali terbang bisa memetakan sekitar 700 hektar.

Selanjutnya, Farm Mapper yang memiliki kemampuan terbang serta landing vertikal dengan daya jangkau 400 hingga 500 hektare, sedangkan Spraying Robot Indonesia (SRI) berfungsi untuk aplikasi pupuk dan pestisida.

“Aplikasi untuk pupuk dan pestisida oleh SRI ini smart, karena ia hanya menyemprot pada tempat yang membutuhkan dan dalam jumlah yang diperlukan dengan kapasitas 23 liter dan jangkauan 10 hektar dalam 1 jam," ujarnya di Malang, Jawa Timur, Sabtu (11/1/2020).

Data tanaman yang memerlukan pupuk serta pestisida itu didapatkan dari Farm Mapper dan Motodoro MX.

SRI juga memiliki sistem kerja yang mewakili mata yang berfungsi melakukan pemilahan atas tanaman yang sehat dan yang berpenyakit. Hal itu bisa terjadi karena SRI memiliki sensor yang lebih presisi, lebih akurat secara kuantitatif.

“Jadi, dari sensor itu bisa menganalisis tingkat kesehatan tanaman, sehingga lebih objektif. Tanpa perlu turun ke lapangan,” ungkap Wahono.

Dengan pengembangan model pertanian pintar melalui tiga jenis drone ini, Wahono berharap mampu menyelesaikan berbagai persoalan pertanian. Lewat model pertanian ini diharapkan bisa meningkatkan produktifitas tanaman serta mengefisienkan biaya.

Prof. Muhajir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam kunjungannya ke UMM turut mengapresiasi temuan ini. “Saya sangat senang dengan penemuan ini, dan saya rasa ini tinggal mendesiminasi," ucapnya.

Dengan demikian, lanjutnya, tinggal digunakan secara betul di dunia luas agar bisa diadopsi oleh petani, karena kecepatannya bisa berkali-kali lipat dibandingkan dengan tenaga manual. Peralatan tersebut sudah layak untuk didiseminasikan ke masyarakat dan harus segera dipatenkan.

Sejak awal 2017, Farm Mapper maupun Motodoro MX telah diproduksi massal dengan kapasitas produksi sebanyak 40 buah tiap tahunnya. Harga dimulai dari Rp62 juta hingga Rp250 juta.

Sementara drone SRI juga akan diproduksi massal setelah selesai tahap pengembangan. “Dengan temuan seperti ini, tentu akan sangat penting bagi upaya memajukan pertanian kita,” ujar Rektor UMM Fauzan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertanian, Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top