Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump: Serangan Rudal Iran Tak Membahayakan Pasukan AS

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa serangan rudal Iran pada dua pangkalan di Irak tidak membahayakan pasukan AS yang ditempatkan di sana dan kerusakan sangat minim
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 09 Januari 2020  |  06:57 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara selama upacara penandatanganan
Presiden AS Donald Trump berbicara selama upacara penandatanganan "Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional untuk Tahun Anggaran 2020" di Pangkalan Bersama Andrews, Maryland, AS 20 Desember 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa serangan rudal Iran pada dua pangkalan di Irak tidak membahayakan pasukan AS yang ditempatkan di sana dan kerusakan sangat minim.

Menurut Trump Teheran ingin mengurangi eskalasi konflik dan kelihatannya ingin meredakan ketegangan. Memanasnya hubungan antara Washington dan Teheran dipicu oleh pembunuhan terhadap komandan militer Iran, Qassem Soleimani saat berkunjung ke Irak pekan lalu.

Trump mengumumkan AS akan segera menjatuhkan sanksi "kuat" sampai "Iran mengubah perilakunya".

Komentar itu merupakan pernyataan pertama Trump di televisi sejak Iran menembakkan lebih dari selusin rudal di dua pangkalan Irak yang menampung pasukan AS. Trump juga mengatakan tidak ada korban di pihak Irak.

"Fakta bahwa kita memiliki militer dan peralatan hebat ini, tidak berarti kita harus menggunakannya. Kami tidak ingin menggunakannya. Kekuatan Amerika Serikat, baik militer maupun ekonomi, adalah pencegah terbaik,” ujar Trump seperti dikutip Aljazeera.com, Kamis (9/1). 

Pidato Trump itu berbeda dari nada sebelumnya ketika melalui akun pribadinya menyatakan akan" menyerang balik "jika Iran menyerang warga negara AS setelah Trump memerintahkan pembunuhan atas komandan militer Garda Revolusi Qassem Soleimani. 

Pangkalan Erbil dan pangkalan Ain al-Asad di Irak barat menjadi sasaran serangan rudal Iran sebagai pembalasan atas pembunuhan Soleimani. 

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Hosseini Khamenei mengatakan serangan Iran adalah "tamparan di muka" AS dan pasukan negara itu harus meninggalkan wilayah tersebut.

Menteri luar negeri Iran mengatakan Iran mengambil "langkah-langkah proporsional" untuk membela diri dan tidak mencari eskalasi.

Iran bersumpah akan membalas dendam dengan keras. Parlemen Irak memilih untuk mengusir pasukan AS dari Irak. Langkah itu akan merusak upaya untuk memerangi ISIS di kawasan tersebut dan akan memperkuat pengaruh Iran di Timur Tengah. 
Trump mengatakan AS akan terus mencari opsi untuk menanggapi serangan, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut. Dia mengatakan akan meminta NATO "untuk menjadi lebih terlibat" di Timur Tengah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top