Gempa M 6,4 di Pantai Barat Sumatra Tak Berpotensi Tsunami

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memastikan gempa dengan kekuatan 6.4 yang terjadi di Pantai Barat Sumatra tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 07 Januari 2020  |  14:33 WIB
Gempa M 6,4 di Pantai Barat Sumatra Tak Berpotensi Tsunami
Skala gempa bumi - bmkg

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memastikan gempa dengan kekuatan 6.4 yang terjadi di Pantai Barat Sumatra tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Dalam keterangan tertulis, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyebutkan bahwa pada Selasa (7/1/2020) pukul 13.05.18 WIB wilayah Samudra Hindia Pantai Barat Sumatra diguncang gempa tektonik.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan M=6,4 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw=6,1. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2.3 LU dan 96.32 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 19 km arah Selatan Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh pada kedalaman 20 km," ujar Rahmat.

Ditambahkan Rahmat, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia di Barat Sumatra. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (Thrust Fault).

Guncangan gempa bumi dirasakan di beberapa wilayah sebagai berikut:

  • Simeulue IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah)
  • Tapak Tuan, Singkil, Nias Utara & Gunung Sitoli III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu)
  • Medan II-III MMI, Nias Barat & Meulaboh II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) .

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Rahmat.

Terkait gempa susulan, hingga Selasa (7/1/2020) pukul 13.45 WIB terdapat satu1 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M3,3.

"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali kedalam rumah," pesan Rahmat.

Rahmat juga meminta masyarakat agar memastikan informasi resmi hanya dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Masyarakat bisa memonitor Instagram/Twitter di akun @infoBMKG, website di http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android) di  wrs-bmkg (user: pemda, password: pemda-bmkg) atau infobmkg.

"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Rahmat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa

Sumber : bmkg

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top