Togean dan Samota Tambah Daftar Panjang Cagar Biosfer Dunia

Cagar biosfer Togean Tojo Una-Una di Sulawesi Tengah dan cagar biosfer Samota (Saleh-Moyo-Tambora) di Nusa Tenggara ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia pada pertemuan the International Coordinating Council Man and Biosfer Unesco (ICC-MAB) ke-31 di Paris.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 13 Desember 2019  |  19:38 WIB
Togean dan Samota Tambah Daftar Panjang Cagar Biosfer Dunia
Ilustrasi: Taman Nasional Kepulauan Togean - indonesia.travel
Bisnis.com, JAKARTA - Cagar biosfer Togean Tojo Una-Una di Sulawesi Tengah dan cagar biosfer Samota (Saleh-Moyo-Tambora) di Nusa Tenggara ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia pada pertemuan the International Coordinating Council Man and Biosfer Unesco (ICC-MAB) ke-31 di Paris. 
 
Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang (OINB) Kementerian Luar Negeri Kamapradipta Isnomo telah menyerahkan sertifikat asli dua cagar biosfer (CB) di Indonesia sebagai cagar biosfer Unesco kepada Direktur Eksekutif Komite Nasional Program MAB-Unesco Indonesia Purwanto, di Jakarta, Jumat (13/12/2019). 
 
Penetapan tersebut menambah daftar CB Indonesia dalam World Network of Biosphere Reserves menjadi 16 CB. Saat ini tedapat 701 cagar biosfer dari 124 negara dalam Jaringan Cagar Biosfer Dunia. 
 
"Ini mencerminkan komitmen pemerintah Indonesia dalam penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi, serta komitmen dalam rangka pembanguan berkelanjutan," kata Kamapradipta dalam siaran pers.
 
Menurut dia, Kemenlu siap mendukung penominasian cagar biosfer Indonesia selanjutnya yang akan semakin meningkatkan profiling Indonesia, khususnya terkait konservasi keberagaman hayati secara berkelanjutan, dan diplomasi Indonesia pada forum Unesco secara umum.
 
Sebagai catatan, terdapat 14 CB di Indonesia yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni CB Cibodas yang ditetapkan 1977, CB Lore Lindu (1977), CB Komodo (1977), CB Tanjung Puting (1981), CB Siberutm(1981), CB Leuser (1981), CB Giam Siak Kecil Bukit Batu (2009), CB Wakatobi (2012), CB Taka Bonerate Kep.Selayar (2015), Bromo Tengger Semeru Arjuno (2015), CB Blambangan (2016), CB Berbak Sembilang (2018), CB Rinjani Lombok (2018), dan CB Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu (2018).
 
Semua CB tersebut mewakili hampir seluruh tipe ekosistem dan fenomena geologi di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lingkungan hidup

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top