Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Seniman asal Aceh, Rasyidin Wig Maroe menampilkan pertunjukan pantomim di hadapan siswa SD Negeri Mojosongo VI Solo, Jawa Tengah, Senin (9/12/2019). Aksi memperingati Hari Antikorupsi Sedunia tersebut untuk mengedukasi siswa sekolah dasar agar menolak budaya korupsi - ANTARA FOTO/Maulana Surya
Premium

Historia Bisnis : Bahaya Korupsi dari Pemilik 'Gaji Besar'

12 Desember 2019 | 15:48 WIB
KPK terus mengingatkan sektor swasta agar menghindari praktik suap mengingat sektor swasta merupakan kedua paling tinggi setelah anggota DPR dalam melakukan korupsi.

Kabar24.com, JAKARTA — Komisi pemberantasan Korupsi pada Rabu (11/12/2019) menggelar seminar tentang Komitmen Antikorupsi untuk Investasi yang Lebih Baik. 

KPK menyebut bahwa nomor satu penghambat investasi masuk ke Indonesia adalah praktik korupsi yang kerap terjadi.

Alasan itulah yang sebetulnya membuat investor malas untuk investasi mengingat ada perhitungan tersendiri yang mengeluarkan biaya lebih.

KPK terus mengingatkan sektor swasta agar menghindari praktik suap mengingat sektor swasta merupakan kedua paling tinggi setelah anggota DPR dalam melakukan korupsi.

"Yang mendominasi itu adalah penyuapan 64%, penyuapan di bidang pengadaan barang dan jasa dan yang kedua berhubungan dengan perizinan," kata Wakil ketua KPK Laode M. Syarif dalam sesi seminar itu.

Dengan kata lain, praktik korupsi memang lebih banyak menjerat masyarakat yang memiliki kedudukan dan jabatan tinggi. Hal itu hampir sejalan dengan pemikiran yang pernah disampaikan oleh Sarwono Kusumaatmadja.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top