Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korut Ancam DK PBB : Jangan Colek HAM Negeri Kami!

Korea Utara mengancam akan melakukan respons yang tegas jika situasi HAM di negara itu diutak-atik Dewan Keamanan PBB.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  12:07 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un saat memberi panduan program senjata nuklir dalam foto tak bertanggal yang  dirilis Kantor Berita Pusat Korea Utara Korea Utara. - Reuters
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un saat memberi panduan program senjata nuklir dalam foto tak bertanggal yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea Utara Korea Utara. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Korea Utara mengancam akan melakukan respons yang tegas jika situasi HAM di negara itu diutak-atik Dewan Keamanan PBB.

Korea Utara pada Rabu (4/12) waktu setempat memperingatkan Dewan Keamanan PBB bahwa pihaknya akan menganggap diskusi apa pun soal situasi HAM di negara tersebut sebagai "provokasi serius". Pyongyang menyatakan akan "meresponsnya secara tegas."

Duta Besar Korut untuk PBB Kim Song menyampaikan peringatan tersebut melalui sebuah surat, yang dilihat oleh Reuters.

Para diplomat mengatakan sejumlah anggota dari dewan beranggotakan 15 negara itu berencana meminta pertemuan tentang pelanggaran HAM di Korea Utara pada November ini.

Pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trumo bertemu tiga kali sejak Juni tahun lalu dalam upaya menyelesaikan kesepakatan. Washington berharap pertemuan itu dapat membuat Korut membongkar program rudal dan nuklir miliknya. Namun, sejauh ini, tidak ada progres yang dihasilkan dan Pyongyang meluncurkan serangkaian uji coba rudal balistik jarak dekat.

Amerika Serikat menjadi presiden Dewan Keamanan selama Desember.

Kim Song menuliskan bahwa setiap pertemuan tentang HAM akan menjadi "tindakan yang bersekongkol dan memihak dengan kebijakan bermusuhan AS, yang malah mengacaukan ketimbang membantu meredakan ketegangan di Semenanjung Korea dan resolusi isu nuklir."

Sedikitnya sembilan anggota dewan harus mendukung permintaan pertemuan tersebut agar dapat terealisasi. Antara 2014 hingga 2017 China gagal menghentikan diskusi tahunan.

Korut berulang kali menangkis tuduhan pelanggaran HAM dan menyalahkan sanksi atas situasi kemanusiaan yang mengerikan. Pihaknya menuntut agar sanksi itu dihapus. Pyongyang berada di bawah sanksi PBB sejak 2006 atas program nuklir dan rudal balistik miliknya.

"Jika Dewan Keamanan akan menekan melalui pertemuan tentang 'isu HAM' DPRK ... Situasi di Semenanjung Korea akan berubah menjadi lebih parah lagi," bunyi surat tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korut

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top