Trump Tak Berikan Tenggat Waktu Kesepakatan dengan China

"Saya tidak punya tenggat waktu," katanya kepada wartawan di London ketika ditanya apakah ia menginginkan kesepakatan pada akhir tahun, seperti dikutip Bloomberg.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  20:30 WIB
Trump Tak Berikan Tenggat Waktu Kesepakatan dengan China
Presiden Amerika Serikat Donald Trump - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa ia akan bersedia menunggu satu tahun lagi sebelum mencapai kesepakatan perdagangan dengan China, menimbulkan keraguan tentang kemungkinan kesepakatan fase pertama dalam beberapa pekan mendatang.

"Saya tidak punya tenggat waktu," katanya kepada wartawan di London ketika ditanya apakah ia menginginkan kesepakatan pada akhir tahun, seperti dikutip Bloomberg.

Pernyataan Trump ini menunjukkan tidak ada urgensi untuk mencapai kesepakatan pada 15 Desember mendatang. Padahal Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross pada hari Senin menyebut batas tersebut sebagai "tenggat waktu yang logis."

Pemerintahan Trump telah mengancam untuk mengenakan tarif pada lebih pda impor China dimulai pada tanggal itu, yang akan menimpa produk konsumen AS seperti smartphone, mainan, dan pakaian anak-anak sebelum liburan Natal.

"Jika tidak ada yang terjadi antara sekarang dan kemudian, presiden telah membuat cukup jelas dia akan memasukkan kemungkinan kenaikan tarif," kata Ross di Fox Business Network.

Kesibukan pergerakan perdagangan AS dalam 24 jam terakhir telah menggerogoti optimisme investor bahwa Trump akan mengurangi tarif yang telah memperlambat ekonomi global.

Pada hari Senin, pemerintahannya secara tak terduga mengumumkan rencana untuk mengembalikan tarif impor baja dan aluminium dari Brasil dan Argentina, dan kemudian merilis rencana tariff terhadap impor Prancis yang nilainya mencapai US$2,4 miliar.

Di antara pengumuman itu, AS mengatakan sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan ruang lingkup tarif yang dikenakan terhadap Uni Eropa atas subsidi terhadap Airbus.

Ketimbang mengurangi ketegangan perdagangan, Trump menunjukkan keyakinan bahwa pajak impornya baik untuk AS.

"Pasar AS naik sebanyak 21 persen sejak pengumuman Tarif pada 1 Maret 2019, dan AS menerima sejumlah besar uang (dan memberikan sebagian kepada petani kami, yang telah menjadi sasaran China)!" ungkap Trump dalam Tweet-nya, Senin (2/12).

Berbicara kepada wartawan dalam perjalanan untuk menghadiri pertemuan puncak peringatan 70 tahun NATO, Trump menyarankan bahwa dalam beberapa hal, mungkin lebih baik menunggu hingga pemilihan presiden AS November mendatang.

“Saya suka ide menunggu sampai setelah pemilihan untuk kesepakatan China. Tetapi mereka ingin membuat kesepakatan sekarang dan kita akan melihat apakah kesepakatan itu tidak benar. Itu pasti benar,"katanya.

“Kesepakatan perdagangan China bergantung pada satu hal: Apakah saya ingin membuatnya? Karena kami bekerja sangat baik dengan China sekarang dan kami bisa melakukan yang lebih baik dengan jentikan pena."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump, perang dagang AS vs China

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top