Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BT Group Cari Pemasok Serat Optik Lain, Prospek Bisnis Huawei di Inggris Turun

Operator telepon Inggris sedang mencari pemasok peralatan broadband baru untuk mengurangi ketergantungannya pada Huawei Technologies Co., menyusul upaya untuk menghubungkan jutaan rumah dengan serat optik.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 November 2019  |  15:33 WIB
Logo Huawei - REUTERS/Edgar Su
Logo Huawei - REUTERS/Edgar Su

Bisnis.com, JAKARTA – Operator telepon Inggris sedang mencari pemasok peralatan broadband baru untuk mengurangi ketergantungannya pada Huawei Technologies Co., menyusul upaya untuk menghubungkan jutaan rumah dengan serat optik.

Dilansir dari Bloomberg, Divisi infrastruktur BT Group Plc, Openreach, telah memulai proses evaluasi untuk mencari vendor strategis ketiga bersama dengan Huawei dan Nokia Oyj dari Finlandia untuk jaringan serat optic.

Vendor yang berbasis di AS diperkirakan menjadi pilihan, ungkap salah seorang sumber perusahaan yang tidak ingin disebutkan namanya.

"Kami sudah mengelola rantai pasokan yang besar dan beragam di seluruh jaringan serat optik kami, dan kami terus-menerus meninjau opsi untuk memastikan kami dapat terus membangun jaringan berkualitas tinggi yang menawarkan nilai yang luar biasa," ungkap juru bicara Openreach melalui e-mail, seperti dikutip Bloomberg.

`Dia menolak mengatakan perusahaan mana yang menjadi pertimbangan. Cisco Systems Inc., yang berbasis di San Jose, dan Adtran Inc., yang berbasis di Huntsville, Alabama, adalah di antara perusahaan yang tertarik pada kerjasama tersebut.

Komisi Infrastruktur Nasional Inggris mengatakan tahun lalu akan membutuhkan 33,4 miliar pound (US$43 miliar) untuk membangun dan memelihara jaringan serat optik penuh skala nasional dalam 30 tahun ke depan.

Menambahkan vendor ketiga akan membawa kapasitas pasokan yang lebih besar dan meningkatkan kompetisi yang dapat menekan biaya.

Langkah ini juga menggarisbawahi tekanan untuk membatasi posisi dominan Huawei di jaringan komunikasi menyusul peringatan bahwa perusahaan asal China tersebut mungkin menjadi risiko keamanan negara.

Para pejabat AS mengatakan Huawei tidak akan dapat menghentikan pemerintah China mengakses sistemnya untuk memata-matai negara lain atau mengganggu komunikasi, namun Huawei membantah tuduhan tersebut.

Masalah-masalah keamanan di sekitar Huawei cenderung berfokus pada perannya dalam jaringan nirkabel 5G.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

huawei technologies
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top