Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Partisipasi Warga Naik Tajam di Pemilu Hong Kong, Aktivis Pro-Demokrasi Optimis Menang

Kotak suara ditutup pada pukul 10.30 malam dan hasil sementara untuk pemilihan para anggota Dewan Kota itu akan keluar hari ini.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 25 November 2019  |  06:15 WIB
Warga Hong Kong pro China mengibarkan bendera China dan berbagai poster dalam aksi unjuk rasa mendukung Beijing serta polisi Hong Kong di gedung Dewan Legislatif di Hong Kong, China, Sabtu (16/11/2019). - Reuters/Athit Perawongmetha
Warga Hong Kong pro China mengibarkan bendera China dan berbagai poster dalam aksi unjuk rasa mendukung Beijing serta polisi Hong Kong di gedung Dewan Legislatif di Hong Kong, China, Sabtu (16/11/2019). - Reuters/Athit Perawongmetha

Bisnis.com, JAKATRA— Warga Hong Kong berduyun-duyun mendatangi kotak suara pada pemilihan umum distrik yang diperkirakan  akan banyak dimenangi para kandidat pro-demokrasi sekaligus sebagai barometer dukungan bagi pemimpin kota Carrie Lam yang menghadapi aksi demo sejak enam bulan terakhir.

Serangan brutal terhadap calon anggota legislatif berapa pekan terakhir telah membuat tingkat pemerintahan terendah di kota tersebut menjadi sorotan dunia ketika pemerintah kota itu berjuang untuk meredam tuntutan kemarahan menjelang pemilihan umum.

Jumlah pemilih yang terdaftar mencapai 69,04% dari 4,13 juta pemilih  hingga pukul 21:30 tadi malam, menurut situs web Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hong Kong. Angka itu melampaui pemilu sebelumnya sebesar 47,01% pada tahun 2015.

Kotak suara ditutup pada pukul 10.30 malam dan hasil sementara untuk pemilihan para anggota Dewan Kota itu akan keluar hari ini.

Ming Lee, 26, berharap jumlah pemilih yang lebih tinggi akan menguntungkan kubu pro-demokrasi yang memperjuangkan beberapa kursi yang dulunya didominasi oleh kandidat pro-Beijing.

“Saya berharap suara ini dapat melawan suara pro-Bejing sehingga dapat membawa lebih banyak suara dari para pendukung demokrasi,” katanya. Dia mengatakan bahwa masalah sosial telah mendorong orang untuk memilih dan fokus pada masalah politik.

Pemilih Peter Wong, 39, yang bekerja di bidang pendidikan, mengatakan dia tidak optimis untuk perubahan meskipun jumlah pemilih tinggi.

“Saya tidak keberatan siapa yang memenangkan lebih banyak kursi, yang penting pemilihan umum adil,” katanya seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (25/11/2019).

Polisi yang terlibat pengamanan pemilu tidak banyak terlihat, berbeda dari laporan sebelumnya bahwa polisi anti huru hara berencana untuk menjaga semua TPS dan hampir seluruh dari 31.000 polisi akan bertugas.

Jimmy Sham, seorang kandidat untuk Front Hak Asasi Manusia Sipil, yang mengorganisir beberapa aksi massa anti-pemerintah dalam beberapa bulan terakhir, dipukuli oleh orang-orang tak dikenal pada Oktober lalu.

“Kita bisa melihat warga Hongkong merindukan kesempatan untuk mengekspresikan pendirian mereka," katanya,” katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hong kong
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top