Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jepang-Korsel Sepakat Lakukan Perundingan Formal untuk Redakan Tensi

Jepang dan Korea Selatan (Korsel) telah terjebak dalam sengketa terkait kompensasi bagi warga Korsel yang menjadi pekerja paksa di perusahaan Jepang dalam Perang Dunia (PD) II.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 23 November 2019  |  17:28 WIB
Bendera Korea Selatan dan Jepang. - Reuters/Toru Hanai
Bendera Korea Selatan dan Jepang. - Reuters/Toru Hanai

Bisnis.com, JAKARTA - Jepang dan Korea Selatan sepakat untuk menyelenggarakan pertemuan formal untuk membicarakan ketegangan di antara kedua negara pada Desember 2019.
 
Keputusan itu disampaikan dalam pertemuan G20 sekaligus sehari setelah Korea Selatan (Korsel) akhirnya memilih untuk tetap menjalin kemitraan dalam hal berbagi informasi intelijen dengan negara tetangganya itu.
 
"Kami menghabiskan waktu untuk menggelar diskusi intensif, tapi tidak ada waktu banyak yang tersisa untuk kami sekarang," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Korsel Kang Kyung-wha, usai bertemu dengan Menlu Jepang Toshimitsu Motegi dalam pertemuan para Menlu G20 di Nagoya, Jepang, Sabtu (23/11/2019).
 
Seperti dilansir Reuters, meningkatnya tensi hubungan Tokyo-Seoul berakar dari perselisihan tentang kompensasi bagi para warga Korsel yang menjadi pekerja paksa di perusahaan-perusahaan Jepang pada Perang Dunia (PD) II. 
 
Perselisihan tersebut makin dalam pada tahun ini, dan bahkan merusak hubungan dagang kedua negara setelah Jepang menghentikan ekspor bahan mentah penting yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan pembuat semikonduktor Korsel.
 
"Saya ingin melakukan pertukaran pendapat dengan jujur dalam hal tenaga kerja dari Semenanjung Korea, yang menjadi masalah utama, dan isu bilateral lainnya," papar Motegi.
 
Adapun keputusan Korsel untuk melanjutkan General Security of Military Information Agreement (GSOMIA), sebuah pakta pertukaran informasi intelijen dengan Jepang, disambut dengan baik oleh AS, yang merupakan aliansi kedua negara itu. 
 
GSOMIA berakhir masa berlakunya pada Jumat (22/11) malam dan Korsel sebelumnya mengindikasikan tidak akan melanjutkannya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang korea selatan

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top