PKS Siap Jadi Pemimpin Partai Kanan, Banyak Bahan untuk Kritik Jokowi

Partai Keadilan Sejahtera siap menjadi pemimpin (market leader) partai kanan selama periode kedua pemerintahan Joko Widodo. Ini adalah cara menggaet simpati publik.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 15 November 2019  |  21:07 WIB
PKS Siap Jadi Pemimpin Partai Kanan, Banyak Bahan untuk Kritik Jokowi
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera siap menjadi pemimpin (market leader) partai kanan selama periode kedua pemerintahan Joko Widodo. Ini adalah cara menggaet simpati publik.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengatakan bahwa posisi ini membuat partai lain berupaya memikirkan mereka. Itu karena PKS selalu bertindak terus memantau kebijakan pemerintah.

“Saya kira PKS ke depan memang kita harus menjadi market leader di pemilih berbasis muslim. Syaratnya satu, kita harus fokus kepada apa yang menjadi agenda kita ke depan. Sehingga orang lain terus memikirkan langkah apa yang akan dilakukan oleh PKS,” katanya di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Sohibul menjelaskan bahwa untuk menjadi seperti itu harus memiliki mental seorang pemimpin. Oleh karenanya, partai harus semakin serius dalam berpolitik.

“Saya meminta kepada semua anggota DPR kita, lapangan sangat terbuka bagi kita untuk mengekspresikan sikap-sikap politik kita. Karena kita berada di luar pemerintahan, jauh lebih fleksibel,” jelasnya.

Berdasarkan masukan yang diterima, Sohibul menuturkan bahwa banyak sekali koreksi yang bisa dilakukan kader kepada pemerintah. Mulai dari pemilihan pejabat negara hingga pengelolaan sistem negara.

“Posisi kita di luar pemerintahan tiada lain untuk kepentingan masyarakat. Sebagai oposisi bukan berarti kita akan menjatuhkan pemerintahan tapi justru kita ingin mengajak pemerintahan ini kepada rel yang benar sehingga benar-benar memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ucapnya.

Direktur Polmark Indonesia, Eep Saifullah Fatah mengatakan bahwa secara pemasaran elektabilitas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Semuanya yaitu market leader (pemimpin), market challenger (penantang), dan market follower (pengikut).

“Presiden [Joko Widodo] misalnya itu pasti market leader. Kalau presiden sukses, partai lain lebih berat untuk mengakui sukses ketika ada atribusi tertentu terhadap suksesnya pemerintahan. Maka Market leader yang akan bisa menampungnya,” katanya di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Eep menjelaskan bahwa oleh karena itu partai pengusung Presiden tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai wadah yang membesarkan namanya.

Sementara itu, Partai Gerindra disebutnya sebagai market challenger karena memiliki Prabowo Subianto. Dia bisa memanfaatkan posisinya tersebut saat ada kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pks

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top