Anggota DPR Adrianus Sidot : Rokok Memang Merusak Kesehatan, Tapi Apa Tidak Layak Sponsori Olahraga?

Komitmen Djarum yang aktif menyeponsori dunia bulu tangkis nasional dengan menggelar ajang pencarian bakat para pebulu tangkis belia.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 06 November 2019  |  11:19 WIB
Anggota DPR Adrianus Sidot : Rokok Memang Merusak Kesehatan, Tapi Apa Tidak Layak Sponsori Olahraga?
Kegiatan olahraga sepak bola mini atau mini soccer, di Gunung Cupu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. - Antara/Adeng Bustomi

Kabar24.com, JAKARTA — Masih tingginya kebutuhan pendanaan bagi dunia olahraga Indonesia melalui pihak swasta semestinya disikapi dengan bijak.

Anggota Komisi X DPR  Adrianus Asia Sidot mengatakan bahwa adanya komitmen pihak swasta seperti perusahaan rokok yang ingin membantu memajukan dunia olahraga nasional, harus dihargai karena sulitnya mencari sponsorship event olahraga atau mencari sponsor utama untuk klub olahraga di Tanah Air.

“Rokok memang merusak kesehatan. Lalu apakah tidak layak menjadi sponsor olahraga. Di Indonesia justru perusahaan-perusahaan rokoklah yang menjadi sponsor utama. Mana ada perusahaan kayu dan tambang mau jadi sponsor utama,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi DPR, Rabu (6/11/2019).

Dia mencontohkan komitmen Djarum yang aktif menyeponsori dunia bulu tangkis nasional dengan menggelar ajang pencarian bakat para pebulu tangkis belia.

“Kalau bukan Djarum yang membina bulu tangkis kita, enggak ada juara Olimpiade dan All England dari Indonesia. Pisahkanlah antara rokok sebagai barang yang merusak kesehatan dengan komitmen mereka untuk membangun olahraga nasional,” tegasnya.

Membangun olahraga nasional, sambung mantan Bupati Landak, Kalimantan Barat ini, sama juga dengan membangun SDM Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas.

Ironisnya, justru perusahaan-perusahaan rokoklah yang peduli mensponsori olahraga nasional. Perlu pembicaraan kembali soal boleh tidaknya perusahaan rokok mensponsori olahraga nasional, mengingat alokasi anggaran pemerintah pusat dan daerah sangat minim untuk pembinaan olahraga. 

“Kalau kita tunduk pada seruan LSM-LSM internasional mengenai larangan peurusahaan rokok jadi sponsorship karena alasan kesehatan, sebetulnya bisa kita bicarakan lagi. Olahraga nasional hidup dari situ dan kalau dihentikan imbasnya sampai ke daerah,” ungkapnya.

Sebagai Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kalbar dan Ketua Umum Komite Tinju Indonesia (KTI), Adrianus mengakui kesulitan mencari sponsorship ke industri nonrokok.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri rokok, kesehatan, olahraga

Editor : Stefanus Arief Setiaji
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top